Konsumen sekarang semakin dimudahkan ketika mau mengisi tangki BBM motor. Kalau SPBU Pertamina antre, bisa mengisi di SPBU swasta, dari Shell, BP, Vivo, sampai Mobil. Secara produk, antara SPBU Pertamina dan swasta memiliki tingkatan RON yang sama. Contoh untuk RON 92, di Pertamina ada Pertamax, Shell Super, BP92, Vivo 92, Gasoline RON 92. Lalu apa efeknya kalau sering gonta-ganti merek BBM walau tingkatan RON sama untuk mesin motor? Salah satu SPBU di Kecamatan Kota, Sumenep, Jawa Timur. Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, masing-masing merek menetapkan angka RON yang sama, tapi pasti ada yang ditonjolkan, keunggulan atau karakternya yang berbeda. "Misal ada yang menonjolkan bisa meningkatkan performa, efisiensi pembakaran, perlindungan mesin, sampai yang klaim ramah lingkungan. RON mungkin sama, tetapi zat additive pastinya berbeda," kata Victor kepada Kompas.com, Senin (17/11/2025). Victor menjelaskan, zat additive yang ditambah biasanya berupa inhibitor korosi, antioksidan, anti-friction, sampai dengan detergen. Masing-masing zat memiliki peran dan efek yang berbeda ke mesin. "Ini yang saya khawatir, kalau saling tercampur, gambling jadinya. Kalau karakter sama, bisa meningkatkan manfaat, tapi kalau berbeda dan saling menegasikan (meniadakan), kan malah menurunkan manfaat," kata Victor. Victor menjelaskan, memang belum ada penelitian soal BBM dari merek apa dicampur dengan yang lain efeknya seperti apa. Cuma daripada menimbulkan efek negatif, lebih baik tidak sering mengganti jenis BBM. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.