Sering kali, mobil tak hanya dipakai sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi tempat beristirahat sementara, terutama saat lelah di perjalanan atau menunggu sesuatu. Dalam kondisi tersebut, tidak sedikit orang memilih tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala demi menjaga kenyamanan suhu kabin. Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan sejumlah risiko yang kerap luput dari perhatian. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, penggunaan AC mobil saat tidur sebenarnya sah-sah saja, tetapi tetap perlu memperhatikan aspek keselamatan, terutama terkait sirkulasi udara di dalam kabin. “Pada dasarnya AC mobil itu bekerja dengan sistem sirkulasi tertutup. Jadi udara di dalam kabin diputar kembali, bukan mengambil udara segar dari luar secara terus-menerus,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026). Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat kualitas udara di dalam kabin bisa menurun jika mobil dalam keadaan tertutup rapat dalam waktu lama. Apalagi jika tidak ada sedikit pun celah untuk pertukaran udara dari luar. “Kalau dipakai dalam waktu lama tanpa ventilasi tambahan, kadar oksigen memang tidak langsung habis, tapi kualitas udara bisa menurun. Ini yang bisa bikin orang merasa pusing atau kurang nyaman saat bangun,” ujarnya. Ilustrasi AC mobil kurang dingin Selain itu, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah potensi masuknya gas buang ke dalam kabin, terutama jika mobil berada di ruang tertutup atau area dengan sirkulasi udara buruk. Gas buang kendaraan mengandung karbon monoksida (CO), yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun berbahaya jika terhirup dalam jumlah tertentu. “Kalau posisi mobil di tempat terbuka sebenarnya relatif lebih aman. Tapi tetap harus hati-hati, apalagi kalau ada kebocoran di sistem knalpot atau karet pintu yang sudah tidak rapat,” kata Gunawan. Dari sisi kesehatan, tidur di dalam mobil dengan AC menyala dalam waktu lama juga bisa membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan. Hal ini terjadi karena udara dingin dari AC cenderung kering, sehingga tanpa disadari tubuh kehilangan cairan. Untuk mengurangi risiko, Gunawan menyarankan agar pengguna mobil tetap memberikan sedikit celah ventilasi, misalnya dengan membuka jendela sedikit agar terjadi pertukaran udara. Selain itu, durasi tidur di dalam mobil juga sebaiknya tidak terlalu lama. “Kalau memang ingin istirahat, sebaiknya tidak berjam-jam. Pastikan juga kondisi mobil prima, terutama di bagian AC dan knalpot, supaya tidak ada potensi bahaya,” ucapnya. Dengan memahami cara kerja sistem AC dan potensi risikonya, kebiasaan tidur di dalam mobil tetap bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman, tanpa mengorbankan kesehatan maupun keselamatan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang