Tidur di dalam kabin mobil dengan air conditioner (AC) hidup dan jendela tertutup rapat sangat berbahaya. Banyak kasus fatal terjadi karena orang tidak sadar risikonya. Seseorang bisa kehilangan nyawa karena keracunan gas sisa pembakaran yang terperangkap di dalam kabin. Tidur di dalam mobil dengan AC menyala dan semua jendela tertutup terlihat nyaman, terutama saat perjalanan jauh atau ketika beristirahat di rest area. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan ada banyak zat kimia sisa pembakaran pada mobil konvensional seperti karbon dioksida dan karbon monoksida. “Sebagian besar zat kimia yang terkandung dalam asap knalpot beracun, yang paling bahaya, tak berwarna dan tak berbau adalah gas karbon monoksida,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (15/3/2026). Gas ini berasal dari proses pembakaran tak sempurna pada mesin kendaraan. Karakternya yang tidak berwarna serta tidak berbau, sehingga sulit terdeteksi oleh manusia. Desain mewah interior kabin SUV LEPAS L8. Ketika mobil diparkir dalam kondisi mesin menyala, gas buang dari knalpot bisa masuk ke dalam kabin mobil. Hal ini bisa terjadi lantaran bodi mobil tak sepenuhnya rapat. “Gas bisa menembus celah-celah sempit bodi mobil, sehingga dapat mencemari udara di dalam kabin meski jendela dan pintu tertutup rapat,” ucap Imun. Karbon monoksida sangat berbahaya karena dapat mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat dibandingkan oksigen. Akibatnya, tubuh akan kekurangan oksigen meskipun seseorang masih bernapas. Ilustrasi asap knalpot Gejala awal keracunan karbon monoksida bisa berupa pusing, mual, lemas, dan mengantuk berlebihan. Kondisi ini sering tidak disadari karena korban sedang tertidur di dalam mobil. Jika paparan gas terus berlangsung, korban dapat kehilangan kesadaran. Dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini bisa berujung pada kematian karena tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. “Risiko semakin besar jika mobil berada di tempat tertutup seperti garasi, area parkir basement, atau lokasi dengan sirkulasi udara yang buruk. Gas buang dapat terperangkap di sekitar kendaraan dan masuk ke kabin,” ucap Imun. Rest Area KM 66A Tol Pandaan-Malang Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan beristirahat di dalam mobil bisa aman, asal mengikuti prosedur yang benar. Dalam kondisi darurat, misal untuk tidur 10 sampai 30 menitan, pengendara cukup matikan mesin dan AC ketika sudah menemukan tempat berhenti yang aman. “Buka jendela 2 sampai 3 cm yang cukup untuk ventilasi udara, bila perlu pasang tirai darurat untuk menjaga privasi dan menghalau serangga masuk,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Jadi, istirahat di dalam mobil dengan AC dan mesin hidup sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kematian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang