Anggapan tidak boleh makan di dalam kabin mobil dengan air conditioner (AC) menyala sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Aktivitas makan di dalam mobil tetap boleh dilakukan, tapi harus dikontrol dan senantiasa jaga kebersihan. Banyak orang salah paham karena mengira makanan akan membuat kabin mobil bau dan aromanya sulit hilang. Bahkan, makanan dengan bau menyengat dianggap bisa merusak komponen AC. Larangan makan di transportasi umum juga sering dijumpai, tapi bukan berarti membahayakan, tapi lebih kepada menjaga kenyamanan bersama. Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan bau tidak sedap setelah makan di dalam kabin mobil sulit dihindari, tapi harus dikontrol dan senantiasa menjaga kebersihan kabin. “Makan di dalam kabin mobil, bau minyak, sambal, remahannya jatuh di jok atau karpet, minuman tumpah, itu bisa menjadi sumber bau, tapi bukan berarti tak boleh makan di dalam kabin mobil,” ucap Dewa kepada KOMPAS.com, Kamis (19/2/2026). Bila tidak lekas dibersihkan, bau tersebut akan sulit hilang. Bahkan, aroma udara di dalam kabin bisa menjadi tidak sedap di kemudian hari. Ilustrasi sampah di daam kabin mobil “Sampah, tisu bekas, botol minuman, kalau bisa segera dibuang agar aromanya tidak mengendap di interior mobil, kondisi kabin yang lembab dan panas akan memudahkan pertumbuhan jamur dan bakteri,” ucap Dewa. Remah makanan yang jatuh dapat terselip di sela jok dan karpet, sehingga sulit dibersihkan. Kondisi ini dapat memicu munculnya bau tidak sedap di dalam kabin. Aroma makanan yang kuat juga mudah menempel pada jok, plafon, dan filter AC. Jika dibiarkan, bau tersebut bisa bertahan lama dan mengurangi kenyamanan saat berkendara. Beberapa jenis makanan bahkan dapat meninggalkan noda yang sulit dihilangkan. Sisa makanan yang tertinggal berpotensi mengundang serangga seperti semut atau kecoa. Kehadiran serangga di dalam mobil tentu mengganggu dan dapat merusak komponen interior. Oleh karena itu, kebersihan kabin harus selalu dijaga setelah makan. “Siapkan kantung sampah agar sisa makanan tidak berserakan, dan segera menutup atau membuangnya agar bau tidak terpapar di dalam kabin,” ucap Dewa. Setelah selesai makan, bersihkan kabin dari remah dan tumpahan makanan. Lap bagian yang kotor agar tidak menimbulkan bau atau noda. Perawatan sederhana ini dapat menjaga kenyamanan interior mobil dalam jangka panjang. Makan saat kendaraan sedang berjalan juga tidak dianjurkan karena dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Risiko tersedak atau menumpahkan makanan bisa membahayakan keselamatan. Sebaiknya berhenti sejenak di tempat aman sebelum makan. "Jika ingin makan di dalam mobil, parkirlah di area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Membuka sedikit jendela atau menggunakan mode udara luar dapat membantu menjaga kualitas udara kabin," ucap Dewa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang