Perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi bisa cukup melelahkan, sehingga pada kondisi tertentu mengharuskan pengendara istirahat dalam kondisi darurat. Namun, istirahat atau tidur di dalam mobil tak pernah aman, terutama dengan air conditioner (AC) dan mesin menyala dan kendaraan berhenti. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan saat mesin hidup maka mobil akan menghasilkan asap knalpot atau gas buang, dan itu beracun. “Tidur di dalam mobil dengan pintu dan jendela rapat, AC menyala, dan mesin hidup, kerap dijumpai, terutama saat di parkiran, atau perjalanan, tapi sebenarnya ini sangat berisiko,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (14/12/2025). Secara logika, ketika semua pintu dan jendela tertutup rapat, saluran masuk udara luar di selektor AC mati, maka hanya udara di dalam kabin saja yang akan bersirkulasi. “Harapannya seperti itu, tak ada udara luar masuk ke dalam kabin, tapi faktanya, gas buang bisa saja masuk lewat celah-celah kecil di bodi dan sasis mobil, khususnya saat mobil berhenti, ini bahaya,” ucap Imun. Ilustrasi lampu kabin mobil menyala Sebagai gambaran, bila memang bodi mobil itu rapat, seharusnya ketika mobil melewati genangan banjir, air tak akan bisa masuk ke dalam kabin, tapi nyatanya bisa masuk. Hal itu menjadi bukti bahwa zat cair bisa masuk ke dalam kabin mobil. Terlebih lagi gas buang yang bersifat lebih fleksibel dan bebas, sudah pasti lebih mudah menembus celah-celah kecil bodi mobil. “Meski sistem di mobil sudah cukup lengkap seperti adanya katalis, dan pembakaran lebih sempurna, bukan berarti gas buang bisa dihirup bebas oleh manusia, tetap ada emisinya meski lebih kecil,” ucap Imun. Petugas melakukan evakuasi keempat jenazah dalam mobil di ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025). Ketika mesin dalam kondisi kurang prima, dan pemakaian BBM tak sesuai rekomendasi pabrikan. Maka peluang gas buang lebih pekat meningkat, karena adanya pembakaran tak sempurna. “Itu bisa meningkatkan peluang risiko, maka dari itu sebaiknya, tidur di dalam mobil dengan mesin hidup dihindari,” ucap Imun. Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan kebanyakan orang berpikir aman dan lebih nyaman, ketika istirahat di dalam mobil dengan menghidupkan AC dan mesin menyala. ilustrasi embun di kaca mobil “Sebenarnya itu berbahaya, meski jendela dan pintu tertutup rapat, ada risiko keracuanan dan taruhannya nyawa,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. AC mobil hidup, selalu membutuhkan mesin menyala agar embusan angin terasa sejuk. Namun, kondisi ini sebenarnya ada risiko karena mesin selalu menghasilkan gas buang. “Salah satunya gas buang tak berbau dan tak berwarna yang mematikan karbon monoksida (CO), meski jendela tertutup rapat, sifat gas bisa masuk lewat lubang kecil kabin, terhisap oleh blower AC dan akhirnya mengisi ruang kabin secara perlahan,” ucap Hardi. Ilustrasi asap knalpot Orang yang mengirup CO, akan mengalami kekurangan oksigen di dalam aliran darah, sehingga korban tertidur dan tidak akan bangun lagi. Beristirahat di dalam mobil bisa aman, asal mengikuti prosedur yang benar. Banyak kasus berbahaya muncul karena orang tidur dengan mesin dan AC menyala lalu kabin tertutup rapat. Dalam kondisi darurat, misal untuk tidur 10 sampai 30 menitan, pengendara cukup matikan mesin dan AC ketika sudah menemukan tempat berhenti yang aman. “Buka jendela 2 sampai 3 cm yang cukup untuk ventilasi udara, bila perlu pasang tirai darurat untuk menjaga privasi dan menghalau serangga masuk,” ucap Hardi. Jadi, istirahat di dalam mobil berhenti, dengan AC dan mesin hidup sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kematian. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang