Ketika mengisi bahan bakar minyak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya mematikan mesin kendaraan guna menghindari potensi bahaya kebakaran. Langkah ini penting karena saat proses pengisian berlangsung, uap bahan bakar akan keluar dari tangki dan bercampur dengan udara di sekitar. Jika mesin tetap menyala, risiko munculnya sumber panas atau percikan yang dapat memicu api menjadi lebih besar. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady, mengatakan pengisian bahan bakar perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Petugas di salah satu SPBU Pertamina mengisi BBM kendaraan. “Sebaiknya saat mengisi bahan bakar mesin dimatikan sesuai arahan Pertamina, demi keamanan dan keselamatan,” ucap Jayan kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026). Jayan menjelaskan, uap BBM yang keluar saat pengisian akan bercampur dengan udara dan bisa menjadi sumber api jika ada pemicu. “Saat pengisian bahan bakar terutama bensin akan ada yang keluar dari mulut tangki dan akan bercampur dengan udara, sehingga menjadi campuran bahan bakar dan udara yang siap menyala kapan saja ketika ada sumber panas atau api,” ucapanya. Bahkan, sumber api dapat berasal dari hal-hal di sekitar, sehingga pengisian BBM harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti prosedur keselamatan untuk mencegah risiko kebakaran. “Sumber panas atau percikan api bisa berasal dari gesekan metal antara nozzle bahan bakar dengan mulut tangki bahan bakar atau akibat elektrik statis,” ucapnya. Dengan memahami risiko tersebut, mematikan mesin saat mengisi BBM bukan sekadar imbauan, melainkan langkah penting untuk menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar dari potensi kebakaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang