Secara umum, mobil dengan kapasitas mesin (CC) kecil cenderung lebih hemat bahan bakar. Namun, hal ini tidak selalu mutlak karena efisiensi BBM dipengaruhi banyak faktor teknis dan cara penggunaan. Secara dasar, kapasitas mesin menunjukkan volume ruang bakar di dalam silinder. Semakin kecil CC, semakin sedikit campuran udara dan bahan bakar yang dibakar setiap siklus, sehingga konsumsi BBM per putaran mesin lebih rendah. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mesin kecil juga menghasilkan tenaga lebih kecil sehingga untuk mencapai jarak tertentu butuh usaha lebih besar. “Mesin kecil umumnya dipakai di mobil kecil dengan bobot ringan, berhubung kebutuhan energinya tidak besar, mesin tidak perlu menyemprotkan banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang cukup untuk penggunaan harian,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (2/4/2026). Mobil berkapasitas mesin kecil juga cenderung lebih ringan. Bobot kendaraan sangat berpengaruh terhadap konsumsi BBM, karena semakin ringan mobil, semakin sedikit tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak. Namun, ada kondisi di mana mesin kecil justru menjadi boros. Misalnya saat membawa beban berat atau melaju di tanjakan, mesin harus bekerja lebih keras dan berputar pada RPM tinggi, sehingga konsumsi BBM meningkat. Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal. “Sebaliknya, mesin besar bisa lebih efisien dalam kondisi tertentu. Saat melaju konstan di kecepatan tinggi, mesin besar tidak perlu bekerja keras karena memiliki torsi besar, sehingga putaran mesin bisa lebih rendah,” ucap Imun. Teknologi mesin juga sangat berpengaruh. Mesin modern dengan mesin kecil dan turbocharger mampu menghasilkan tenaga besar dengan konsumsi BBM yang tetap efisien dibanding mesin besar konvensional. “Mesin turbo membuat volume campuran udara dan bahan bakar meningkat tanpa menambah ukuran volume mesin, sehingga bobot lebih ringan,” ucap Imun. Ilustrasi tuas transmisi mobil manual Selain itu, cara berkendara juga sangat berpengaruh seperti pemilihan gaya gigi percepatan transmisi. “Rasio gigi yang tepat membuat mesin bekerja pada rentang putaran optimal, sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan,” ucap Imun. Gaya berkendara juga menjadi faktor penting. Akselerasi mendadak, pengereman kasar, dan kecepatan tidak stabil dapat membuat mesin kecil sekalipun menjadi boros. Kondisi kendaraan turut berperan, seperti tekanan ban, kualitas oli, dan kebersihan filter udara. Semua ini memengaruhi seberapa efisien mesin membakar bahan bakar. Kesimpulannya, mobil CC kecil memang cenderung lebih hemat BBM secara teori dan penggunaan normal. Namun, efisiensi sebenarnya tetap bergantung pada kombinasi antara teknologi mesin, kondisi kendaraan, dan cara mengemudi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang