MotoGP akan memasuki era baru pada musim 2027 dengan perubahan regulasi besar-besaran. Salah satu perubahan paling krusial adalah penggunaan mesin 850 cc, menggantikan mesin 1.000 cc yang telah digunakan sejak 2012. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam sesi practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh Sonny TUMBELAKA / AFP) Dampaknya, performa motor diprediksi akan menurun, terutama dari sisi kecepatan. Loris Capirossi, mantan pebalap yang kini menjabat sebagai Kepala Keselamatan Dorna Sports, memperkirakan motor MotoGP generasi 2027 akan lebih lambat hingga 2,5 detik per lap dibandingkan motor saat ini. "Motor-motornya akan lebih lambat hingga 2,5 detik," kata Capirossi dikutip dari Crash, Kamis (8/1/2026). Logo FIFAstra resmi menempel di motor balap Honda HRC Castrol 2025 Capirossi bukan nama asing di dunia balap motor. Pria asal Italia tersebut merupakan mantan pebalap kelas dunia yang pernah meraih gelar juara dunia di kelas 125 cc dan 250 cc. Menurut dia, penurunan performa motor bukanlah hal yang mengejutkan. Capirossi membandingkannya dengan situasi pada 2007, saat MotoGP beralih dari mesin 990 cc ke 800 cc. Foto udara sejumlah pekerja mengerjakan pengaspalan ulang tikungan ke-17 lintasan Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (5/3/2022). Pengaspalan ulang lintasan dengan total panjang 1,2 Km tersebut tengah dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dari Dorna Sports dan FIM serta ditargetkan dapat rampung pada 10 Maret mendatang. "Ini akan mirip seperti tahun 2007, ketika motor 800 cc diperkenalkan untuk menggantikan mesin 990 cc. Pada awalnya, wajar jika motor-motor tersebut lebih lambat," ujarnya. Selain kapasitas mesin yang lebih kecil, ada beberapa faktor lain yang membuat motor MotoGP 2027 diprediksi lebih pelan. Ilustrasi MotoGP China tahun 2008 Mulai 2027, MotoGP juga akan melarang penggunaan ride height device serta memangkas pengembangan aerodinamika, termasuk sayap dan spoiler yang selama ini berperan besar dalam meningkatkan kecepatan. "Data yang dikumpulkan para insinyur pabrikan dari simulasi awal menunjukkan bahwa motor MotoGP 2027 akan lebih lambat sekitar 1,5 hingga 2,5 detik dibandingkan motor saat ini," katanya. "Alasan utamanya adalah tidak adanya spoiler dan sayap, serta penggunaan mesin 850 cc," kata Capirossi. Capirossi menyebut perubahan regulasi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Saat ini, motor MotoGP dikenal sebagai yang tercepat sepanjang sejarah. Bahkan, rekor lap terus terpecahkan di hampir semua sirkuit sepanjang musim 2025. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran tersendiri terkait aspek keselamatan pebalap. Karena itu, regulasi baru dirancang untuk menekan kecepatan, meningkatkan keselamatan, sekaligus menciptakan tontonan balap yang lebih menarik dan kompetitif di lintasan. Meski demikian, Capirossi menilai perlambatan ini hanya akan terjadi pada tahap awal pengembangan. "Menurut saya, sejarah akan terulang. Pada awalnya semuanya memang berjalan lebih lambat. Regulasi ini dibuat untuk tujuan tersebut, tetapi seiring perkembangan teknis berikutnya, motor-motor itu akan kembali lebih cepat," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang