Oli memiliki peran sangat penting dalam menjaga kinerja mesin mobil. Cairan ini berfungsi melumasi komponen internal agar tidak terjadi gesekan berlebihan saat mesin bekerja. Karena itu, keberadaan oli harus selalu dijaga agar tetap cukup selama kendaraan digunakan, termasuk ketika melakukan perjalanan jauh seperti mudik. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan pada dasarnya, oli mesin bisa berkurang selama kendaraan digunakan. Namun, oli jarang sekali habis secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. “Ada faktor tertentu yang membuat volume oli berkurang secara signifikan ketika mobil dipakai menempuh perjalanan jauh, misal bocor atau terjadi penurunan performa mesin,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (13/3/2026). Salah satu penyebab yang paling umum adalah kebocoran pada mesin. Kebocoran dapat terjadi pada seal, gasket, atau baut pembuangan oli yang tidak rapat. Saat mesin bekerja terus-menerus dalam perjalanan jauh, oli yang bocor bisa keluar lebih banyak. Selain itu, oli juga bisa ikut terbakar di ruang bakar. Hal ini biasanya terjadi pada mobil yang sudah berusia atau memiliki komponen mesin yang mulai aus, seperti ring piston atau seal katup. Akibatnya, oli ikut terbakar bersama bahan bakar. Suasana arus mudik di Tol Cipali KM 110, Terpantau masih lengang (FOTO: Kompas.com / Ahya Nurdin) “Perjalanan mudik sering diwarnai kemacetan, tanjakan, dan penggunaan mesin dalam waktu lama sehingga suhu mesin meningkat, ini juga bisa mempercepat penguapan oli,” ucap Imun. Suhu mesin yang tinggi dapat membuat sebagian oli menguap. Walaupun jumlahnya tidak besar, penguapan ini bisa semakin terasa jika perjalanan berlangsung sangat jauh. Kesalahan saat servis juga bisa menjadi penyebab oli cepat berkurang. Misalnya filter oli yang kurang kencang atau tutup oli yang tidak terpasang dengan benar. Ilustrasi rest area Jasa Marga “Banyak pengemudi juga sering lupa memeriksa kondisi oli sebelum berangkat. Jika level oli sebenarnya sudah mendekati batas minimum, perjalanan jauh bisa membuatnya cepat habis,” ucap Imun. Jika oli mesin benar-benar habis, risiko kerusakan mesin sangat besar. Gesekan antar komponen dapat meningkat dan menyebabkan mesin overheat atau bahkan macet. “Saran saya, pengendara perlu memeriksa oli mesin lewat dipstick secara mandiri ketika sedang berhenti di rest area, sebagai antisipasi saja karena volumenya memang bisa berkurang seiring perjalanan,” ucap Imun. Sebelum mudik, sebaiknya pengemudi memeriksa level oli, memastikan tidak ada kebocoran, serta membawa oli cadangan. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah masalah serius di tengah perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang