Musim libur dan mudik segera tiba. Selain memastikan kondisi mesin prima, pemilik mobil perlu memperhatikan komponen lain, salah satunya lampu depan. Headlamp memiliki peran vital, terutama saat perjalanan malam hari atau dalam kondisi cuaca kurang bersahabat. Selain sebagai alat penerangan utama, lampu depan juga menjadi sarana komunikasi antar pengguna jalan. Sayangnya, perawatan lampu depan kerap terabaikan. Banyak pemilik kendaraan menganggap proses pencucian mobil sudah cukup untuk menjaga kebersihannya. poles mika lampu mobil Padahal, sisa air yang tidak dikeringkan dengan baik justru dapat memicu kelembapan, menimbulkan embun, hingga mempercepat munculnya jamur dan kondisi kusam pada mika lampu. Ketika permukaan lampu mulai menguning atau buram, intensitas cahaya akan berkurang dan sinar menjadi tidak fokus. Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Resmi Astra Peugeot Surabaya, mengatakan, jika mika lampu menguning maka berdampak pada jarak pandang pengemudi, terlebih saat hujan atau berkendara di malam hari. “Kondisi lampu depan yang kusam dan berjamur umumnya disebabkan minimnya perawatan. Jika dibiarkan, pencahayaan akan semakin menurun dan mengganggu keselamatan berkendara,” ujar Mohan dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026). Ilustrasi modifikasi lampu depan atau headlamp kendaraan. Mohan mengatakan, perawatan dasar lampu depan sebenarnya cukup sederhana. “Membersihkan secara rutin dan mengeringkannya menggunakan kain microfiber menjadi langkah awal yang penting,” ujarnya. Namun, perawatan tidak berhenti di situ. Pemilik mobil perlu melakukan pemeriksaan kondisi mika dan melakukan poles (headlamp polish) secara berkala untuk menjaga kejernihan mika. Lebih jauh, pemilik mobil juga perlu memeriksa bohlam dan jaringan kelistrikan di dalam rumah lampu, memastikan tidak ada retakan yang memicu masuknya air. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang