Momen berbuka puasa kerap menjadi saat yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, kebiasaan “balas dendam” dengan langsung menyantap makanan dalam porsi besar ternyata bisa berdampak pada kondisi tubuh, terutama bagi mereka yang masih harus melanjutkan perjalanan dengan kendaraan. Bagi pengendara, kondisi tubuh yang tidak stabil setelah berbuka bisa berpengaruh pada fokus dan konsentrasi di jalan. Rasa kantuk, lemas, atau pusing dapat muncul jika pola makan saat berbuka tidak terkontrol. Situasi ini tentu berisiko, apalagi jika harus menghadapi lalu lintas padat menjelang malam hari. dr. Annisa Nurul Kirana, M.Gizi, SpGK, mengatakan, setiap orang berbeda-beda efeknya setelah langsung makan berat. Sebagian orang memang ada yang kebiasaannya hanya menyantap takjil. Ilustrasi makanan sehat. Pedoman diet baru Amerika Serikat menggeser arah pola makan ke protein tinggi dan produk susu penuh lemak, sekaligus memicu perdebatan di kalangan ahli gizi. "Kalau misalnya sudah terbiasa makan berat, tidak ada masalah pencernaan, tidak apa-apa. Tapi, kalau misalnya yang maag, karena sudah berpuasa lama, sebainya yang ringan dulu," ujar Annisa, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Menurut Annisa, penting untuk memahami kondisi tubuh masing-masing sebelum menentukan jenis dan porsi makanan saat berbuka. Lambung yang kosong selama berjam-jam membutuhkan penyesuaian, sehingga asupan awal sebaiknya tidak langsung memberatkan sistem pencernaan. "Tapi, jangan yang tinggi kalori. Bisa dengan buah-buahan dulu, seperti kurma, atau kacang rebus. Lalu, minum teh tawar hangat. Jangan yang takjilnya semuanya gula," kata Annisa. Kelelahan dan mengantuk menjadi salah satu penyebab microsleep. Microsleep berbahaya saat berkendara seperti mudik Lebaran. Simak tips mencegahnya! Ia menambahkan, konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan saat berbuka justru bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Lonjakan energi yang terasa sesaat bisa berubah menjadi rasa tidak nyaman dalam waktu singkat. Annisa mengatakan, konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan bisa menyebabkan gula darah melonjak cepat, lalu turun drastis. Akibatnya tubuh justru terasa lemas, mengantuk, bahkan pusing. Kondisi inilah yang perlu diwaspadai pengendara, karena penurunan konsentrasi sekecil apa pun dapat meningkatkan risiko di jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang