Waktu berbuka puasa sering kali datang saat perjalanan belum usai. Bagi pengemudi yang masih berada di jalan tol, rest area menjadi pilihan paling realistis untuk membatalkan puasa sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Namun, memilih menu berbuka tidak bisa asal kenyang. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan yang tepat agar energi kembali terisi tanpa membuat kantuk menyerang. Salah pilih makanan justru bisa menurunkan konsentrasi dan membahayakan keselamatan saat kembali memegang kemudi. Ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, menekankan pentingnya menjaga pola makan yang tepat selama puasa. Ide Menu Buka Puasa Masakan Indonesia Sehat dan Variatif Generated AI “Gizi seimbang setiap sahur dan makan malam,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026). Ia menjelaskan, prinsip gizi seimbang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah, dengan proporsi setengah piring diisi sayur dan buah. Artinya, meski berbuka di rest area dengan pilihan terbatas, pengemudi tetap perlu memperhatikan komposisi makanan, bukan sekadar rasa kenyang. Menu yang disarankan adalah makanan dengan karbohidrat secukupnya, protein berkualitas, serta tambahan sayur dan buah. Contohnya nasi dengan ikan atau ayam tanpa kulit, dilengkapi sayur dan air putih. Kombinasi ini membantu menjaga energi lebih stabil sehingga tubuh tidak mudah lemas atau mengantuk setelah makan. Sebaliknya, konsumsi gorengan berlebihan, makanan tinggi gula, atau santan pekat bisa membuat tubuh terasa berat. Dengan memilih menu yang lebih seimbang dan tidak berlebihan, pengemudi bisa tetap bertenaga dan menjaga fokus hingga tiba di tujuan dengan aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang