— Saat libur Lebaran, tidak sedikit pemilik motor listrik yang meninggalkan kendaraannya di rumah dalam waktu cukup lama. Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondisi motor listrik tetap terjaga saat ditinggal mudik. Technical Service Department Head Wahana Makmur Sejati, Benedictus Febriadi, menjelaskan bahwa salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai. Motor listrik Honda hadir dengan fitur unggulan dan banderol hemat. "Cukup baterai aja, yang penting jangan di bawah 30 persen biar aman," kata Ben di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, motor listrik sebaiknya tidak ditinggalkan dalam kondisi baterai terlalu rendah saat tidak digunakan dalam waktu lama karena dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan baterai. Dampaknya memang tidak langsung terasa. Namun dalam jangka waktu tertentu, kondisi tersebut berpotensi membuat sel baterai menjadi lebih lemah. Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menambahkan bahwa jika motor listrik hanya ditinggalkan dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga dua minggu, pemilik tidak perlu mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB). Ilustrasi motor listrik Polytron di PRJ 2025 Dengan sistem yang tetap aktif, pemilik kendaraan masih dapat memantau posisi motor melalui fitur GPS yang tersedia pada aplikasi. “Dengan beberapa langkah sederhana sebelum bepergian, pengguna dapat memastikan motor tetap aman sekaligus siap digunakan kembali setelah kembali dari mudik,” ujar Ilman. Selain itu, motor juga disarankan diparkir menggunakan standar tengah agar posisi kendaraan lebih stabil saat tidak digunakan dalam waktu lama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang