— Tidak semua pemudik pulang ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi. Lantas, jika di rumah terdapat mobil listrik yang tidak dipakai selama mudik, apakah perlu persiapan khusus? Menjelang musim mudik, tidak sedikit pemilik kendaraan yang meninggalkan mobilnya di rumah dalam waktu cukup lama. Ada yang hanya beberapa hari, namun ada juga yang sampai berminggu-minggu. Berbeda dengan mobil berbahan bakar konvensional, mobil listrik memiliki komponen utama berupa baterai yang perlu mendapat perhatian khusus saat tidak digunakan dalam waktu lama. Ilustrasi baterai mobil listrik Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan pemilik mobil listrik sebaiknya memastikan kondisi baterai berada pada level yang tepat sebelum kendaraan ditinggalkan. “Apabila kendaraan listrik ditinggalkan selama 1–2 minggu, disarankan memastikan level baterai berada pada kondisi ideal dengan SOC minimal 50 persen," kata Budi kepada Kompas.com, belum lama ini. "Level ini membantu menjaga stabilitas sel baterai serta mencegah risiko penurunan kapasitas akibat kondisi baterai yang terlalu rendah atau terlalu penuh dalam waktu cukup lama,” ujarnya. SOC atau State of Charge merupakan indikator yang menunjukkan tingkat pengisian daya baterai pada kendaraan listrik. Menjaga level SOC pada batas tertentu dinilai penting untuk mempertahankan kesehatan sel baterai. Stasiun pengisian daya mobil listrik, Flash Charging, milik BYD Selain itu, menjaga SOC pada kisaran tersebut juga membantu mempertahankan performa baterai agar tetap optimal saat kendaraan kembali digunakan setelah lama tidak dipakai. Service Manager Hyundai Kalijaga Cirebon, Arif Nugroho, menambahkan bahwa kondisi baterai yang paling aman saat mobil listrik tidak digunakan adalah berada pada rentang tertentu. “Idealnya baterai disisakan di kisaran 40–60 persen. Level ini paling aman untuk menjaga kesehatan baterai lithium-ion saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu tertentu,” kata Arif. Ilustrasi mobil listrik bekas, Hyundai Ioniq 5 Ia juga mengingatkan agar pemilik mobil listrik tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi baterai terlalu rendah atau justru terlalu penuh dalam waktu lama, misalnya pada posisi 0 persen atau 100 persen. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan sel baterai jika terjadi dalam periode penyimpanan yang cukup panjang. Karena itu, sebelum meninggalkan mobil listrik saat mudik, pemilik kendaraan disarankan memastikan level baterai berada di kisaran ideal agar kondisi baterai tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang