Kebersihan kabin mobil sering kali dianggap sepele oleh pemilik kendaraan, padahal ada sejumlah bagian yang rentan menjadi tempat berkembangnya kuman dan bakteri. Padahal, kondisi kabin yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama jika mobil digunakan setiap hari. Bagian yang sering disentuh justru menjadi titik paling rawan terkontaminasi, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan pengemudi dan penumpang jika tidak rutin dibersihkan. Semakin sering bagian tersebut digunakan, semakin besar pula kemungkinan kuman menumpuk tanpa disadari. CEO TOPCOAT Indonesia, Christopher Sebastian, mengatakan, bagian mobil yang rentan menjadi tempat berkembangnya kuman adalah komponen yang sering dijamah. Interior Honda HR-V hybrid “Misalnya, setir mobil, tombol audio, tombol power window, hendel pintu dan sabuk pengaman. Bagian ini adalah yang paling banyak terdapat kuman dan bakteri karena sering disentuh,” ujar Christian kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Untuk menghindari berkembang biaknya bakteri atau kuman di dalam mobil, Christopher menyarankan pemilik kendaraan agar rutin menjaga kebersihan, seperti melakukan vacuum atau fogging secara berkala. Selain itu, kebersihan air conditioner (AC) dan karpet mobil juga perlu diperhatikan, karena kedua komponen tersebut kerap menjadi tempat berkembangnya kuman dan virus. Berbeda dengan mobil pribadi, pengguna transportasi umum perlu lebih waspada karena potensi paparan kuman bisa berkali lipat lebih besar. Oleh sebab itu, jika terpaksa menggunakan angkutan umum, masyarakat disarankan untuk melakukan berbagai langkah pencegahan demi menjaga kesehatan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang