Antrian mobil yang siap untuk di ekspor di Terminal Ekspor Impor Mobil, Jakarta Industri otomotif nasional resmi naik kelas setelah pada 2025 mencatatkan total ekspor kendaraan utuh (CBU) sebanyak 518.212 unit ke lebih dari 90 negara. Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas rakitan pabrik di Indonesia telah memenuhi standar global yang sangat ketat di berbagai benua. Dilihat VIVA Otomotif berdasarkan data Gaikindo, Rabu 25 Februari 2026, Filipina masih menjadi raja pengimpor mobil buatan Indonesia dengan angka yang sangat dominan, yakni mencapai 165.450 unit. Model-model tangguh seperti Toyota Rush dan Fortuner, Mitsubishi Xpander, Suzuki Carry, hingga Honda BR-V menjadi penguasa jalanan di negara kepulauan tersebut. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Meksiko secara mengejutkan mengukuhkan posisinya di urutan kedua dengan total impor sebanyak 56.412 unit dari Indonesia. Konsumen di Amerika Tengah ini ternyata sangat menggemari model Hyundai Creta, Toyota Avanza, Suzuki XL-7, serta Honda BR-V versi standar keamanan tinggi (NCAP).Vietnam menempel ketat di posisi ketiga dengan menyerap sebanyak 52.180 unit mobil utuh sepanjang periode berjalan. MPV dan SUV kompak tetap menjadi primadona di pasar ini, dipimpin oleh Mitsubishi Xpander, Toyota Veloz, Suzuki XL-7, dan juga lini terbaru dari Honda.Di luar posisi tiga besar, Arab Saudi muncul sebagai kekuatan utama di Timur Tengah dengan mengimpor 21.416 unitkendaraan kita. Fokus utama pasar gurun ini adalah kendaraan dengan durabilitas tinggi seperti Toyota Fortuner, Innova Zenix, serta Suzuki New Carry yang diandalkan untuk kebutuhan logistik.Kehebatan manufaktur Indonesia bahkan merambah hingga ke negara-negara kepulauan kecil di wilayah Karibia dan Oseania yang jaraknya ribuan mil. Tercatat negara seperti Trinidad & Tobago mengimpor 890 unit, Barbados 430 unit, bahkan hingga St. Kitts & Nevis sebanyak 145 unit mobil rakitan lokal.Negara maju seperti Jepang pun tidak ragu mendatangkan 11.200 unit kendaraan dari Indonesia melalui model Mazda Bongo yang merupakan kembaran dari Daihatsu Gran Max. Hal ini menjadi bukti sahih bahwa presisi pengerjaan tenaga kerja lokal kita sudah setara dengan standar tinggi di negeri asal brand otomotif dunia. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pasar Asia Selatan juga mulai menunjukkan taringnya dengan Pakistan yang menyerap 4.300 unit (termasuk skema CKD) serta Sri Lanka dengan 388 unit mobil listrik Binguo EV. Diversifikasi model dari mesin bensin konvensional ke kendaraan listrik (EV) mulai memperkuat posisi tawar ekspor Indonesia di peta persaingan global.Tidak hanya kendaraan penumpang, sektor kendaraan komersial juga unjuk gigi di wilayah Oseania melalui pengiriman Fuso Canter ke Fiji dan Vanuatu. Setiap unit yang dikapalkan ke penjuru dunia ini menyumbangkan devisa besar sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai hub manufaktur otomotif terkemuka.