Ekspor mobil Toyota Awal tahun 2026 jadi pembuka yang cukup menggembirakan buat industri otomotif Indonesia, terutama dari sisi ekspor. Mobil buatan dalam negeri ternyata makin banyak diminati pasar luar, terlihat dari jumlah pengiriman yang naik cukup signifikan di bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaiikindo, dilihat VIVA Otomotif Rabu 18 Februari 2026, total ekspor mobil utuh atau Completely Built Up (CBU) pada Januari 2026 mencapai 40.003 unit. Angka ini naik sekitar 19,7 persen dibandingkan Januari tahun lalu, dengan tambahan pengiriman sebanyak 6.580 unit. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Toyota masih jadi pemain utama dalam urusan ekspor mobil dari Indonesia. Sepanjang Januari, pabrikan tersebut mengirimkan 11.581 unit ke berbagai negara, atau sekitar 29 persen dari total ekspor mobil utuh.Di posisi kedua ada Daihatsu yang juga mencatatkan kinerja kuat dengan ekspor 10.793 unit. Jumlah ini meningkat sekitar 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Mitsubishi Motors menempati peringkat ketiga dengan total ekspor 9.436 unit. Yang menarik, kenaikannya paling terasa karena melonjak hingga sekitar 70 persen dibandingkan Januari tahun lalu.Selain mobil utuh, pengiriman dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) juga ikut meroket. Pada Januari 2026, ekspor CKD tercatat mencapai 6.036 set, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 3.015 set pada Januari 2025.Di kategori ini, Mitsubishi Motors jadi yang paling dominan dengan pengiriman 3.644 set ke luar negeri. Artinya, lebih dari setengah ekspor CKD Indonesia berasal dari pabrikan tersebut.Ekspor komponen otomotif juga tidak kalah kuat. Sepanjang Januari, total komponen yang dikirim ke pasar global mencapai sekitar 12,4 juta keping, atau naik sekitar 70,1 persen dibandingkan tahun lalu. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Toyota kembali jadi penyumbang terbesar di sektor ini dengan volume ekspor mencapai 11,3 juta keping komponen. Kenaikannya juga cukup tinggi, sekitar 77,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Naiknya angka ekspor di awal tahun ini jadi tanda kalau produk otomotif buatan Indonesia masih punya daya saing di pasar internasional. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan dan pasar tujuan yang makin luas, tren positif ini diharapkan bisa terus berlanjut sepanjang 2026.