Ilustrasi motor matik Berkendara motor di jalan raya bukan hanya soal kecepatan dan skill mengendalikan gas. Ada hal penting lain yang sering diabaikan oleh banyak pengendara etika atau tata krama berkendara. Etika ini tidak hanya mencerminkan karakter pengendara, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keselamatan, kenyamanan, dan solidaritas antar sesama rider Ilustrasi helm full face / pengendara motor Menurut laporan SlashGear, dikutip VIVA Selasa, 28 Oktober 2025, setiap pengendara motor baik pemula maupun berpengalaman perlu memahami sejumlah aturan tidak tertulis (unwritten rules) yang menjadi dasar dari komunitas pengendara motor di seluruh dunia.Aturan ini juga berlaku di Indonesia, di mana jalanan padat dan lalu lintas yang kompleks menuntut kehati-hatian ekstra. 1. Kuasai Bahasa Tubuh dan Isyarat Tangan Antar Pengendara Ketika Anda berkendara di jalan raya, apalagi dalam kelompok, komunikasi menjadi kunci utama. Tidak semua pengendara memiliki perangkat interkom di helm, sehingga isyarat tangan (hand signals) menjadi bahasa universal antar rider. Tujuannya sederhana: menyampaikan pesan cepat tanpa kata-kata.Misalnya:- Menunjuk ke tangki bensin → artinya bahan bakar menipis atau butuh berhenti di pom bensin.- Menepuk helm bagian atas → memberi tahu ada polisi, razia, atau bahaya di depan.- Menendang kaki ke samping → menandakan ada lubang, batu, atau rintangan di jalan.- Melambaikan tangan → bentuk sapaan antar rider sebagai tanda solidaritas.Penting diingat, sinyal ini harus dilakukan dengan gerakan jelas dan tidak berlebihan agar tidak disalahartikan.Dengan memahami bahasa tubuh ini, pengendara bisa bekerja sama menjaga keselamatan, terutama saat berkendara dalam kecepatan tinggi.2. Jaga Formasi Saat Berkendara BerkelompokEtika kedua yang sangat penting bagi komunitas motor adalah formasi berkendara (riding formation).Formasi bukan hanya untuk gaya, tapi demi keselamatan bersama.Formasi paling aman yang direkomendasikan oleh para ahli adalah formasi zig-zag atau staggered formation.Dalam formasi ini, pengendara pertama berada di sisi kiri jalur, sedangkan pengendara kedua berada di sisi kanan belakangnya dengan jarak yang cukup aman. Pola ini berulang ke belakang seperti huruf “V”.3. Waspadai Pengemudi Mobil yang Mungkin Tak Menyadari Keberadaan Anda Ilustrasi kecelakaan mobil dan motorSalah satu penyebab terbesar kecelakaan motor di seluruh dunia adalah pengemudi mobil yang tidak melihat motor di blind spot.Karena motor kecil dan ramping, pengemudi mobil bisa saja tidak menyadari ada Anda di samping atau belakang mereka.Hal ini untuk menekankan pentingnya kesadaran situasional atau situational awareness, yaitu kemampuan membaca kondisi di sekitar Anda. Sikap hati-hati ini bukan berarti takut, melainkan bentuk pengendalian diri dan antisipasi terhadap kesalahan orang lain.4. Jangan Pernah Menyentuh Motor Orang Lain Tanpa IzinBagi para pecinta motor, kendaraan roda dua bukan sekadar alat transportasi melainkan bagian dari identitas.Itulah mengapa menyentuh, duduk, atau memindahkan motor orang lain tanpa izin dianggap sebagai pelanggaran etika serius dalam komunitas bikers.Alasannya:- Motor bisa terjatuh atau lecet hanya karena sedikit tekanan yang salah.- Banyak motor memiliki suspensi dan stang sensitif yang mudah bergeser.- Pemilik motor mungkin menjaga kebersihan atau tampilan motor dengan ketat, terutama motor kolektor.5. Patuhi Etika Parkir yang Benar dan Bertanggung JawabMotor memang bisa parkir di ruang kecil, tapi bukan berarti Anda bebas parkir di mana saja.Etika parkir yang benar menunjukkan karakter dan tanggung jawab pengendara.Beberapa aturan dasar parkir:- Jangan parkir di jalur difabel, trotoar, atau depan pintu keluar darurat.- Parkir sejajar dengan motor lain, bukan menyerong atau mengambil ruang berlebih.- Jika menggunakan slot mobil, letakkan motor di ujung belakang ruang parkir agar pengemudi mobil bisa melihatnya.- Dalam rombongan, parkir dengan rapat dan tertib agar motor lain masih punya ruang. VIVA Otomotif: Ilustrasi touring motorBerkendara motor bukan hanya soal kemampuan teknis, tapi juga soal sikap, empati, dan tanggung jawab.Dengan memahami etiket-etiket ini, Anda tidak hanya menjaga keselamatan diri, tetapi juga menjadi contoh pengendara yang berkelas dan disegani di jalan raya.Mulai dari sinyal tangan, formasi berkendara, hingga etika parkir dan menghormati rider lain semuanya membentuk karakter seorang pengendara sejati.