Kampanye keselamatan lalu lintas. Keselamatan di jalan raya masih menjadi isu serius di Indonesia karena jumlah kecelakaan yang masih tinggi. Sepanjang Januari hingga Juni 2025, Korlantas Polri mencatat 70.749 kasus kecelakaan dengan 11.262 korban jiwa. Meski angka tersebut turun 2,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, situasi ini tetap menjadi perhatian penting. Sepeda motor tercatat sebagai kendaraan paling dominan terlibat kecelakaan pada semester pertama 2025.Ragam pelanggaran lalu lintas menjadi pemicu utama kecelakaan, mulai dari kurangnya kedisiplinan hingga rendahnya pemahaman berkendara aman. Kondisi ini terjadi di berbagai daerah dan menyasar seluruh kelompok usia. Kesadaran keselamatan kerap dianggap sepele, padahal memiliki dampak yang besar pada keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain. Perubahan perilaku dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kecelakaan.Banyak kasus menunjukkan bahwa kelalaian pengendara pribadi sering mengganggu perjalanan kendaraan besar seperti bus. Dampaknya tidak hanya kerugian material, tetapi juga risiko keselamatan bagi penumpang. Kendaraan besar seperti bus membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang dan memiliki blind spot yang luas. Jika kendaraan kecil mendadak berhenti di depannya, potensi kecelakaan bisa meningkat drastis. Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, PT SAN Putra Sejahtera selaku pemilik PO. SAN mengadakan seminar dan kampanye keselamatan lalu lintas bertajuk “Membangun Budaya Berkendara Aman dan Bertanggung Jawab”. Direktur Utama PO. SAN, Kurnia Lesani Adnan, mengatakan bahwa edukasi harus dimulai sejak usia dini. “Budaya berkendara aman bukan hanya soal aturan, tetapi juga moral dan kebiasaan sehari-hari,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Selasa 18 November 2025. Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan (tengah) Ia menyoroti banyaknya pengendara di bawah umur yang belum memahami aturan lalu lintas namun tetap berkendara tanpa izin dan tanpa perlengkapan keselamatan. “Ketidakpatuhan di jalan raya berujung pada kecelakaan fatal, termasuk tabrakan dengan kendaraan besar seperti bus,” tuturnya.Wakil Direktur PO. SAN, Kurnia Lesari Adnan, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas. “PO. SAN berharap keselamatan di jalan raya bukan hanya slogan, tetapi menjadi gaya hidup bersama,” kata Sari.