Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen jalan-jalan ke luar kota. Mobil pribadi menjadi pilihan utama karena fleksibel, terutama saat menghadapi waktu liburan yang terbatas. Tidak jarang saat momen liburan, tingkat kecelakaan lalu lintas turut malah naik. Pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada saat di jalan. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengingatkan kondisi liburan kerap memicu perilaku berkendara berbahaya. Sejumlah petugas saat melakukan identifikasi dan evakuasi jenazah korban ta rakan di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tadi pagi Sabtu (29/11/2025) “Waktu yang terbatas membuat semua ingin cepat sampai tujuan. Kuncinya tancap gas dan mengurangi waktu istirahat,” ujar Sony kepada Kompas.com, Selasa (9/12/2025). Menurut Sony, keinginan untuk segera tiba justru membuat banyak pengemudi mengabaikan aspek keselamatan. Mereka cenderung agresif, emosional, dan tidak toleran terhadap sesama pengguna jalan. “Mereka mengemudi dengan agresif dan egois, tidak mau kalah hanya demi memenuhi hasrat mengebut,” kata Sony. Tanpa perencanaan matang, pengemudi mudah lelah, hilang fokus, hingga mengambil keputusan yang tidak rasional. Sony menegaskan, istirahat berkala wajib dilakukan. “Kalau dipaksakan, fisik drop dan risiko kecelakaan meningkat,” kata Sony. Harapannya masyarakat tidak terjebak dalam pola pikir perjalanan cepat berarti aman. Keselamatan adalah yang utama di jalan, bukan kecepatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang