Musim mudik Lebaran identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di jalan raya. Kondisi ini membuat risiko kecelakaan lalu lintas menjadi lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Seperti yang baru saja terjadi di Tol Pemalang-Batang di mana bus menabrak beberapa mobil. Bus PO Haryanto terlibat kecelakaan beruntun di Tol Batang pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Dugaan sementara, pengemudi bus kelelahan sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, jalan raya pada kondisi normal saja sudah tergolong sebagai lingkungan berbahaya bagi pengguna jalan. lebih pada saat musim mudik, volume kendaraan naik. Kebugaran pengemudi menurun, kemudian kestabilan emosi pengemudi juga terganggu dan rentan sekali untuk berperilaku impulsif," ujar Jusri kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026). Ia menjelaskan, kondisi tersebut bisa membuat pengemudi menjadi lemah dalam menilai risiko yang muncul di jalan. Karena itu, penting bagi setiap pengguna jalan untuk memahami berbagai potensi bahaya yang mungkin terjadi. "Sebaiknya para pengemudi me-mapping dan mengerti bahwasannya ketika mereka mengemudi pada musim mudik ini, mereka harus aware apa saja daftar bahaya-bahaya tadi," kata Jusri. Beberapa potensi risiko yang perlu diwaspadai antara lain tabrak samping, tabrak belakang, mengantuk saat berkendara, kehilangan kendali kendaraan, hingga kelelahan selama perjalanan. Dengan memahami potensi ancaman tersebut, pengemudi diharapkan dapat lebih waspada selama perjalanan mudik. Ketika sudah waspada, maka bisa dipraktikkan dengan cara mengemudi yang lebih hati-hati. Sering cek spion untuk mengawasi perilaku kendaraan di belakang. Karena biasanya kecelakaan bukan cuma karena diri sendiri, tapi bisa terjadi akibat kelalaian pengguna jalan lain. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang