Korlantas mengingatkan titik paling rawan saat melintasi tol Trans Jawa. Ada ruas tol yang paling sering mengalami kecelakaan. Pemudik diminta untuk lebih waspada.Dikutip dari Antara, Selasa (10/3/2026) Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe menyebut tiga titik lelah dalam data tiga tahun terakhir paling banyak di Jawa Tengah."Berdasarkan dari hasil analisis, daerah paling tinggi kecelakaannya yang sudah terjadi tiga tahun terakhir (2023, 2024, dan 2025) serta prediksi di 2026 adalah Jawa Tengah. Seperti kita ketahui, tol Trans Jawa itu terdiri dari tol Cikampek, tol Jawa Barat, Cipularang, dan tol Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Nah, Jawa Tengah ini sudah titik fatigue, titik lelah atau titik capek," katanya. Sandhi mengemukakan, secara statistik, peluang adanya korban jiwa per kejadian kecelakaan antara 15,72 hingga 23,77 persen, yang artinya dari 10 kecelakaan yang terjadi saat mudik, dua di antaranya hampir pasti meninggal dunia."Ini statistik yang bicara. Kemudian, yang perlu digarisbawahi lagi, korban luka berat yang kira-kira satu dari delapan kecelakaan pasti akan menghasilkan luka berat," ucap Sandhi.mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh sudah lelah dan tidak perlu menunggu hingga tiba direst area untuk beristirahat."Kalau sudah capek, langsung menepi ke kiri. Tidak perlu menunggu sampai rest area," katanya.Untuk mendukung keselamatan pemudik, Korlantas Polri telah menyiapkan tim khusus yang akan berpatroli secara perlahan di sepanjang jalur mudik. Tim tersebut terdiri dari unsur kepolisian, ambulans dari tenaga kesehatan, serta kendaraan derek.Tim ini bertugas mengantisipasi kecelakaan fatal maupun insiden yang dapat menghambat kelancaran arus mudik. Strategi tersebut telah disiapkan secara matang oleh pimpinan sebagai bagian dari pengamanan operasi mudik.Selain itu, Polri juga akan memberikan pemberitahuan dan imbauan kepada para pengguna rest area terkait batas maksimal waktu penggunaan fasilitas tersebut. Langkah itu dilakukan agar terjadi pergantian pengguna dan tidak menimbulkan kepadatan.