Aktivitas merokok sambil mengendarai motor masih sering terpantau di jalanan. Miris, padahal secara aturan bisa dikenakan sanksi, karena merokok mampu mengurangi konsentrasi saat berkendara. Tapi memang di jalanan, terutama ketika mengendarai motor butuh yang namanya konsentrasi tinggi. Kalau ditambah sambil merokok, maka fokus pengendara bisa berkurang. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, mengendarai motor adalah aktivitas yang dilakukan manusia modern yang paling berbahaya. Seorang pengendara motor dihentikan polisi karena kedapatan merokok saat berkendara di kawasan Kampung Melayu, Senin (8/4/2019). "Karena naik motor itu tidak ada kompartemen (bodi) yang melindungi dia dan penumpang. Berbeda dengan mobil, motor tidak mengenal kata stabilitas, yang ada adalah keseimbangan," kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026). Jusri menjelaskan, banyak yang tidak sadar kalau yang menciptakan keseimbangan saat berkendara itu ada banyak. Misal keterampilan yang luar biasa dilengkapi dengan intelejensi. "Salah satu faktor yang membuat motor ini seimbang hilang, maka motor akan hilang kendali. Akhirnya dia bisa mencederai dirinya atau penumpangnya, atau juga pengguna jalan lain," kata Jusri. Ketika pengendara motor merokok sambil berkendara, sudah pasti mengganggu faktor keseimbangan tersebut. Dia jadi banyak kegiatan yang dilakukan dalam satu waktu atau multitasking. Selain itu, merokok sambil berkendara sudah pasti mengganggu karena abunya. Abu roko bisa mengenai dirinya sendiri, atau bahkan kena orang lain sampai akhirnya hilang kendali dan terjatuh, mengancam keselamatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang