Belakangan ini banyak beredar video eksperimen mencampur air dengan bensin, bertujuan pembuktian apakah bensin memiliki kandungan air. Volume air yang dicampur dengan bensin tersebut, setelah dikocok-kocok dan didiamkan rupanya bertambah. Video tersebut bisa menjadi fakta bila memang bensin telah dicampur dengan etanol sebelumnya. Hanya saja, bensin yang beredar di pasaran, seperti Pertalite tak mengandung etanol, dan beberapa jenis bensin yang mengandung etanol tak lebih dari 5 persen. Sehingga, tak relevan bila air bertambah sangat banyak. Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto mengungkap sejumlah fakta terkait sifat bensin murni dan campuran etanol ketika bertemu dengan air. “Bila bicara bensin yang mengandung etanol, maka jika dimasukkan air ke dalamnya, etanol akan tertarik dan larut ke dalam air, sehingga volumenya akan bertambah,” ucap Tri kepada Kompas.com, Selasa (28/10/2025). Sedangkan bensin campur etanol yang ada di pasaran, seperti dari Pertamina jumlahnya hanya 5 persen pada jenis Pertamax Green. Sehingga, bertambahnya volume air tidak akan terlalu banyak. Pertamax Green, bensin dengan campuran etanol 5 persen “Maksimal hanya 2 kali lipat dari volume air sebelumnya (melihat video yang beredar), bila lebih dari itu jelas tidak masuk akal, dan perlu dipertanyakan dari mana asal bensin tersebut dan apakah sudah dicampurkan sesuatu sebelum pengujian,” ucap Tri. Faktanya, etanol memang lebih suka bereaksi terhadap air, dan Pertalite tidak mengandung etanol, sebagaimana klaim dari pihak Pertamina. “Bila video yang beredar menarasikan Pertalite murni dicampur air, maka volume air akan bertambah jelas itu hoaks, itu belinya di mana, murni atau bukan, atau sudah dicampur dengan sesuatu,” ucap Tri. Tri juga mengatakan, harga etanol lebih mahal dari bensin murni, bila jumlah etanolnya begitu banyak, lalu harga bensin atau subsidinya menjadi berapa, sehingga tidak masuk akal bila Pertalite dikatakan mengandung etanol. “Angkan RON pada etanol 110 - 120, jika etanolnya begitu banyak lalu RON Pertalite menjadi berapa dan apakah masih bisa dipergunakan pada kendaraan yang ada di Indonesia,” ucap Tri. Tri menegaskan bahwa video yang beredar tersebut hoaks atau hasil rekayasa. Meski demikian, dia tidak menyangkal bahwa campuran bensin etanol memang bisa membuat volume air yang dimasukkan bertambah dari etanol yang tertarik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.