Layanan taksi listrik Green SM resmi meluncur di Indonesia pada 18 Desember 2024. Kehadirannya sempat mendapat perhatian karena mengusung konsep transportasi ramah lingkungan. Namun, dalam perjalanannya, sederet kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada Green SM turut menjadi sorotan publik. Sejumlah insiden terjadi di berbagai lokasi dan dengan karakter kejadian yang berbeda-beda, mulai dari menabrak kendaraan lain hingga kecelakaan di perlintasan kereta api. Sebuah taksi listrik dengan nomor polisi B 1637 SBX menabrak seorang tukang nasi goreng yang sedang berjualan di pinggir Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. 1. Green SM menabrak penjual nasi goreng 26 Februari 2025 Kecelakaan pertama tercatat pada 26 Februari 2025. Saat itu, taksi listrik Green SM dengan nomor polisi B 1637 SBX menabrak penjual nasi goreng di pinggir Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, sekitar pukul 03.00 WIB. "Kendaraan roda empat (taksi) listrik yang dikemudikan TFS menabrak penjual nasi goreng," ujar Kanit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, Rabu. Joko menyebutkan, pihak kepolisian belum dapat menjelaskan kronologi lengkap kejadian tersebut. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa. "Penyebabnya masih kami selidiki. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, sementara kerugian materiil hanya berupa kerusakan pada tembok lahan kosong," kata dia. Salah satu armada taksi aXanh SM mengalami kecelakaan dengan menabrak bus Transjakarta yang sedang parkir 2. Green SM menabrak Bus Transjakarta - 6 Maret 2025 Insiden berikutnya terjadi pada 6 Maret 2025, ketika taksi listrik Green SM menabrak bagian belakang bus Transjakarta. Dari hasil penelusuran, pengemudi diketahui menyetir dalam kondisi mengantuk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun bus Transjakarta mengalami kerusakan pada bumper belakang sebelah kanan, sementara taksi listrik mengalami kerusakan di bagian depan. Mobil taksi Green SM tersambar ekor KRL commuter line jurusan Duri-Tangerang di perlintasan rel Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (10/10/2025) 3. Green SM menabrak kereta api - 10 Oktober 2025 Pada 10 Oktober 2025, kecelakaan kembali terjadi di perlintasan kereta api Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah taksi listrik Green SM tersambar ekor kereta yang sedang melintas. Saksi menyebut, saat kejadian pengemudi taksi tersebut tidak sabar melewati rel hingga menabrak bagian belakang kereta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Sebuah mobil taksi listrik tertabrak rangkaian kereta di Jalan Industri, Sawah Besar, Jakarta Pusat. 4. Green SM tertabrak kereta api - 31 Desember 2025 Kecelakaan serupa kembali terjadi di perlintasan sebidang Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 11.18 WIB. Taksi listrik Green SM tertabrak rangkaian kereta api di Jalan Industri, lintas Stasiun Kampung Bandan–Kemayoran. Berdasarkan laporan awal Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (Pusdalopka) Daop 1 Jakarta, palang pintu perlintasan sebenarnya sudah tertutup. Namun, sopir taksi diduga tetap memaksakan kendaraan melaju. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. "Berdasarkan informasi awal, pengendara kendaraan dilaporkan selamat," ujar Franoto saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis. Taksi Xanh SM yang memakai mobil listrik VinFast VF e34 saat mulai beroperasi di Jabodetabek, Indonesia. Bagaimana cara pesannya? Terkait beberapa insiden yang melibatkan armada Green SM, tim redaksi sudah menghubungi perseroan, namun belum mendapatkan jawaban. Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai persoalan utama bukan terletak pada kendaraan listrik yang digunakan, melainkan pada perilaku pengemudi. "Kalau mengacu kekemampuan operasionalnya harusnya sudah memenuhi syarat, secara sudah punya SIM pula," kata Sony, kepada Kompas.com, Jumat (2/1/2025). Ia menjelaskan, mengemudi kendaraan listrik memang memiliki karakter berbeda dibandingkan mobil bermesin konvensional. "Mengemudi EV memang berbeda dengan mobil bensin (Internal Combustion Engine/ICE), ada fitur-fitur yang bisa mengambil alih kemudi ketika di kondisi krusial. Tetapi selama memahami, mengikuti prosedur dan bertahap harusnya aman-aman saja," kata Sony. VinFast VF 5 Namun menurutnya, kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya lebih banyak dipicu oleh kebiasaan buruk pengemudi. "Menurut saya, kecelakaan yang umum terjadi disini akibat faktor prilaku dan kebiasaan jelek dari pengemudi," kata dia. Sony mencontohkan, banyak pengemudi yang sebenarnya memahami risiko di perlintasan kereta api, tetapi mengabaikannya karena tidak sabar dan menyepelekan rambu lalu lintas. "Saya yakin banyak pengemudi yang tahu bahaya di persimpangan kereta api, tapi pikir tersebut terabaikan ketika prilaku dan kebiasaan jelek muncul. Perilaku seperti berhenti tidak pada tempatnya, menyepelekan rambu-rambu lalin dan lain-lain kebiasaan seperti tidak mau sabar, tidak mau menunggu kondisi aman, tidak mau mengalah, sehingga biasanya harus mengalami peristiwa itu dulu baru sadar," kata Sony. Untuk itu ia menegaskan, peningkatan keselamatan seharusnya difokuskan pada pelatihan soft skill pengemudi. Selain itu, faktor kelelahan juga dinilai berperan besar dalam kecelakaan lalu lintas, termasuk pada armada taksi. "Sepengetahuan saya, perusahaan sudah memberikan pengemudi toleransi, hanya biasanya para driver keras kepala, waktu untuk istirahat digunakan untuk beraktivitas, karena sekecil apapun aktivitasnya tetap tidak istirahat," ucap Sony. Menurut Sony, kesadaran untuk berhenti sejenak saat mengantuk sangat krusial. "Harusnya ketika kantuk mulai datang, masih ada pikiran sehat untuk berhenti sejenak, kursng lebih 5 menit bisa menyelamatkan. Karena kalau sudah ngantuk banget, jangan harap bisa menepi kecuali sudah terjadi kecelakaan," ucapnya. Rentetan insiden yang melibatkan Green SM ini menjadi pengingat bahwa teknologi kendaraan, termasuk kendaraan listrik, tetap harus diimbangi dengan perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab demi keselamatan bersama. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang