Saya mendapat kesempatan mengikuti test drive Geely EX2 dari Jakarta ke Cibodas. Selama perjalanan, rasanya ada beberapa hal yang jadi poin positif dan bisa diperbaiki dari city car listrik tersebut. Ketika digunakan, kekedapan kabin EX2 lebih baik jika dibandingkan dengan para pesaingnya. Suara dari luar tidak masuk kabin, juga saat terkena hujan, tidak berisik, poin positif dari mobil Rp 200 jutaan ini. Lalu soal kabinnya, EX2 punya ruang yang lega, terutama di baris depan sebelah kiri atau penumpang. Buat saya yang tingginya 178 cm, kaki bisa selonjoran, tidak terasa sempit. Geely EX2 Baris kedua pun lebih kurang sama, kabinnya lega buat penumpang duduk dengan nyaman. Kaki sebenarnya bisa masuk ke kolong bangku di depan, cuma saya rasa agak sempit untuk ukuran kaki saya. Poin plus lain dari EX2 dibandingkan kompetitornya adalah adanya bagasi depan. Posisinya di luar dari kabin, sehingga bisa untuk membawa barang yang kotor, basah, atau berbau, tidak mengganggu kenyamanan. Buat yang bisa diperbaiki, EX2 ini tidak memiliki wiper belakang. Ketika dipakai melewati hujan, banyak air yang menempel di kaca, saya rasa lebih pas kalau ada wiper untuk menyapu airnya. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Memang secara fitur, EX2 sudah dilengkapi dengan defogger belakang. Tapi saya rasa wiper masih diperlukan, apalagi kalau lewat jalanan berdebu setelah hujan, semuanya akan menempel di kaca belakang. Lalu dari segi fitur, EX2 tidak dilengkapi dengan wireless charger, bahkan di tipe tertingginya. Padahal di konsol tengah ada laci terbuka yang saya rasa cocok kalau dipasang wireless charger. Meski begitu, colokan USB-nya tetap ada untuk mengecas telepon pintar. Baris depan ada type A dan C, sementara di baris kedua cuma A dan untuk varian Max saja. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang