MG Motor Indonesia membawa MG S5 EV ke Indonesia International Motor Show 2026 sebagai salah satu SUV listrik andalannya. Saya berkesempatan mencoba langsung varian Magnify yang menjadi unit test drive, dengan harga sekitar Rp 374,9 juta (OTR Jakarta). Secara ukuran, mobil ini masuk ke segmen SUV ringkas dengan panjang 4.476 mm, lebar 1.849 mm, tinggi 1.621 mm, dan wheelbase 2.730 mm. Proporsinya terasa pas untuk penggunaan perkotaan, dan cukup lega untuk kebutuhan harian atau perjalanan bersama keluarga kecil. Ground clearance 170 mm menurut saya masih cukup untuk pemakaian sehari-hari di kota, seperti melewati polisi tidur atau jalan yang sedikit bergelombang. Namun, apabila dibandingkan dengan SUV ringkas lain di kelasnya, angkanya memang belum terlalu tinggi. Kesan pertama saat saya membuka pintu adalah kabin yang terasa modern. Interior MG S5 EV Head unit layar sentuh 12,8 inci langsung mendominasi dasbor dengan desain minimalis. Panoramic sunroof juga membantu menciptakan kesan ruang yang lebih terbuka dan terang. Saat duduk di kursi pengemudi, leg room dan head room masih terasa lapang tinggi saya 175 cm. Jok elektrik memudahkan saya mengatur posisi duduk, dipadukan dengan setir tilt dan teleskopik sehingga posisi berkendara bisa cepat disesuaikan. Head unit MG S5 EV Pandangan ke depan terasa cukup luas, dan pilar A tidak terlalu mengganggu visibilitas. Dari segi material, bagian atas dasbor dan door trim sudah menggunakan soft touch, sementara area bawah masih didominasi plastik keras. Kualitasnya masih tergolong layak untuk harga di kisaran Rp 370 jutaan, meski belum sepenuhnya terasa premium. Setelah cukup mengamati kabin, barulah saya mulai menjalankan mobilnya. Saat pedal akselerator diinjak dari posisi diam, dorongan tenaganya terasa instan khas kendaraan listrik. Mobil ini dibekali motor listrik bertenaga 168 tk dengan baterai 49 kWh. Karakter akselerasinya halus dan tidak agresif, tapi cukup responsif untuk kebutuhan harian. Sistem kemudinya sudah menggunakan EPS (Electric Power Steering) sehingga bobot setir terasa ringan meski di lintasan permukaan batako. Hal ini juga cukup membantu ketika melewati lintasan slalom. Manuver zig-zag bisa dilakukan dengan cukup presisi tanpa gejala limbung berlebihan. Bantingan suspensinya masih dalam batas nyaman, meski terasa sedikit kaku. Karakter ini masih terasa wajar untuk SUV ringkas yang cenderung mengutamakan stabilitas. Ketika simulasi parkir, saya merasa kamera 360 derajat bekerja cukup jelas menampilkan kondisi sekitar kendaraan. Fitur ini sangat membantu, terutama saat bermanuver di area sempit. Sensor parkirnya juga dilengkapi indikator warna: hijau saat jarak masih aman, kuning ketika mulai mendekat, dan merah saat jarak kurang dari 50 cm. Sistem ini membuat proses parkir terasa lebih aman dan intuitif. Meski impresinya cukup positif, saya tetap melihat beberapa catatan. Pengemudi baru kemungkinan perlu waktu untuk beradaptasi dengan sistem ADAS dan berbagai fitur digital yang cukup banyak. Selain itu, jaringan diler MG di Indonesia masih belum sebanyak merek lain. Ketersediaan suku cadang dan potensi inden juga bisa menjadi pertimbangan, terutama bagi konsumen di luar kota besar. Meski biaya perawatan mobil listrik relatif lebih sederhana, faktor distribusi parts tetap penting untuk dipikirkan. Dengan harga Rp 374,9 juta (OTR Jakarta), menurut saya MG S5 EV Magnify menawarkan paket fitur yang cukup lengkap, mulai dari panoramic sunroof, head unit besar, jok elektrik, kamera 360, hingga ADAS. Dari sisi spesifikasi dan teknologi, mobil ini terasa kompetitif di kelas SUV listrik ringkas, meski faktor layanan purna jual masih akan menjadi pertimbangan bagi sebagian calon konsumen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang