Saat sesi media test drive yang dilakukan pada Kamis (29/1/2026) di Pusdiklat Polri, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, SUV Lepas L8 rusak saat diujicoba oleh beberapa media. Dalam beberapa informasi yang kami terima, mobil lansiran Tiongkok ini mengalami kerusakan di bagian kaki-kaki yakni CV Joint yang patah akibat satu dan lain hal. Padahal, lintasan yang digunakan ini kerap dipakai oleh brand lain dan memiliki handicap yang wajar. Lintasan lurus sejauh 200 meter, kemudian u-turn serta slalom test atau jalan zig-zag. Selain itu, pada sesi tersebut penyelenggara juga menghadirkan lintasan barisan speed bump pada kecepatan cukup tinggi dan dituntaskan dengan simulasi parkir mundur. Namun apes, berdasarkan informasi yang kami terima terkait Lepas L8 rusak ini menyebut bahwa kerusakan terjadi pada komponen CV Joint (Constant Velocity Joint). Salah satu rekan media pun berhasil mengabadikan pecahan dari komponen tersebut. Patahan dari komponen yang rusak Melihat kejadian tersebut, Lalu Indra Wirabhakti selaku Product Manager of Lepas Indonesia, dikutip dari Katadata Otomotif, berkilah bahwa test yang dilakukan oleh pihaknya merupakan hal yang tidak biasa. Normalnya, sebagai pengguna mobil ini customer tidak akan melibas bumpy test dengan kecepatan 80-100 kpj. “Kenapa bisa patah? Ini kan bumpy test kalau normalnya sebagai customer kecepatannya tidak mungkin 80-100 kpj. CV Joint itu kan harus menerima getaran dan mobil sudah berkali-kali bolak-balik. Tapi basicnya ketika mobil dihantam lebih dari 80 kpj semua mobil engga nyaman,” ungkap Lalu. SUV bongsor ini mengalami kerusakan serius saat sesi media test drive Kejadian Lepas L8 rusak pada saat sesi media drive ini menimbulkan pertanyaan yang begitu mendasar. Sudah sejauh mana mobil tersebut ditest? Apakah selalu melibas speed bump dengan kondisi kecepatan di atas 60 kpj? Atau bagaimana kualitas bahan dari CV Joint sehingga komponen tersebut sampai patah. Sebagai informasi, SUV ini merupakan jagoan baru yang nantinya akan dipasarkan di Tanah Air. Sejauh ini, mobil tersebut sudah diperkenalkan ke publik sebagai New Energy Vehicle (NEV). Pada dasarnya, model ini mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). (*)