Mencoba mobil baru lewat sesi test drive kini menjadi bagian penting dalam proses pembelian kendaraan. Konsumen dapat merasakan langsung performa, handling, hingga kenyamanan mobil sebelum menjatuhkan pilihan. Namun di balik pengalaman tersebut, muncul pertanyaan penting: bagaimana jika terjadi insiden selama test drive? Siapa yang harus bertanggung jawab? Isu ini kembali mencuat seiring meningkatnya minat terhadap mobil listrik dan mobil baru lainnya. Beberapa insiden kecil hingga kecelakaan ringan dalam sesi test drive pernah terjadi dan kerap membuat calon pembeli khawatir. Toyota Corolla Altis GR HEV Philardi Ogi, Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, perlindungan untuk unit test drive sifatnya wajib. “Harusnya setiap mobil test drive ada asuransinya,” ujar Ogi, kepada Kompas.com (25/11/2025). Apabila terjadi insiden pada mobil tes, menurutnya, proses klaim tetap mengikuti ketentuan perusahaan asuransi. Area test drive indoor GJAW 2025 “Untuk klaim asuransi dibutuhkan beberapa data sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh penyedia asuransi," kata dia. Dengan kata lain, tanggung jawab awal umumnya berada pada pihak diler atau APM (Agen Pemegang Merek), selama insiden yang terjadi masih dalam batasan yang tercakup polis asuransi. Sementara itu, dari sisi operasional diler, pendampingan kepada konsumen menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahan penggunaan. Video TikTok: https://www.tiktok.com/@rodapapat/video/75762... Bayu Marfiadi, Sales Support Manager Haka Auto (Diler BYD), mengatakan bahwa setiap konsumen yang ingin mencoba mobil selalu didampingi oleh tim sales. Pendampingan ini mencakup penjelasan cara penggunaan kendaraan hingga perbedaan antara mobil listrik dan mobil konvensional. “Ya, nanti didampingi oleh tim sales kita, dikasih tahu dulu cara penggunaannya, cara pemakaiannya,” ucap Bayu, kepada Kompas.com (25/11/2025). Test drive Mitsubishi Destinator Bayu mengakui bahwa banyak calon konsumen yang baru pertama kali menjajal mobil listrik sering kaget dengan karakter akselerasinya. Apalagi mereka yang terbiasa menggunakan mobil konvensional. “Yang biasanya masih pakai kopling segala macam, ini tinggal pencet semua saja. Soalnya kan banyak konsumen kan biasanya baru pakai mobil listrik, kaget akselerasinya dan segala macam,” kata Bayu. “Pasti didampingi dan misalnya kita contohkan dulu cara penggunaannya seperti apa. Karena enggak langsung, takutnya kenapa-kenapa," ujarnya. Test drive Aion UT di GIIAS 2025 Diler bahkan secara aktif menyarankan calon pembeli untuk melakukan test drive sebelum memutuskan pembelian. Pengalaman berkendara dianggap penting agar konsumen mengetahui performa sebenarnya. “Makanya biasanya kita, pasti yang semua yang mau SPK, yang mau pembelian, kita sarankan untuk test drive kok. Dari situ punya experience dalam berkendara,” ucap Bayu. Terkait kemungkinan biaya tambahan jika terjadi insiden, Bayu menyebut bahwa situasinya bergantung kasus. Namun sebagian besar kejadian sudah termasuk dalam cakupan polis. “Tergantung ya yang pasti, karena sudah di-cover dengan asuransi kok. Jadi enggak usah yang takut. Justru kita menyarankan untuk coba, untuk test drive,” kata dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang