Konflik geopolitik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi memengaruhi industri otomotif global karena dapat memicu kenaikan harga energi, termasuk bahan bakar minyak. Situasi tersebut berpotensi mendorong pergeseran minat konsumen ke kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV), seperti mobil listrik maupun kendaraan dengan teknologi elektrifikasi lainnya. Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma mengatakan, potensi kenaikan harga bahan bakar akibat konflik tersebut dapat membuka peluang bagi produsen kendaraan berbasis energi alternatif. Asap membubung dari ladang minyak di Kota Zakho, wilayah otonom Kurdistan di Irak, yang diserang drone pada 16 Juli 2025. Pasukan Kurdi kini menyatakan siap perang melawan Iran. “Saya pikir konflik Iran akan menjadi peluang baru bagi semua orang di pasar Indonesia, terutama bagi produk energi terbarukan karena harga petrol akan meningkat sehingga akan menjadi kesempatan bagus bagi semua merek NEV dan juga produk kendaraan energi terbarukan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026). Menurut dia, kenaikan harga BBM biasanya membuat konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan yang lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil. Meski demikian, Ma belum dapat memastikan apakah kondisi geopolitik tersebut akan berdampak langsung pada harga kendaraan yang dipasarkan di Indonesia, termasuk SUV listrik Jaecoo J5 EV. Ia mengatakan, penentuan harga kendaraan tetap mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari strategi bisnis perusahaan hingga permintaan konsumen di pasar domestik. “Harganya akan tergantung pada strategi bisnis, tapi juga permintaan dari pelanggan di Indonesia,” kata Ma. Test drive Jaecoo J8 SHS Ardis Ma menambahkan, dinamika global pada akhirnya dapat memengaruhi banyak sektor industri, termasuk otomotif. Kendati demikian, perusahaan berupaya agar dampaknya terhadap konsumen tetap minimal. “Kita tinggal di dunia yang sangat kecil. Bagaimanapun perubahan akan mempengaruhi semua orang. Ini akan mempengaruhi sesuatu, tapi kami akan mencoba untuk mengurangkan pengaruh ini kepada pelanggan Indonesia,” ujar Ma. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang