Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik Fenomena tersebut terjadi di Amerika Serikat sejak perang Iran pecah pada akhir Februari 2026. Kenaikan harga bensin membuat banyak konsumen mulai melirik kendaraan yang lebih hemat energi, termasuk mobil listrik dan hybrid. Dampaknya, permintaan terhadap EV bekas meningkat dalam beberapa bulan terakhir. GULIR UNTUK LANJUT BACA Analis dari CarGurus, Kevin Roberts, mengatakan tren kenaikan harga EV bekas mulai terlihat sejak Maret hingga April 2026. Menurut dia, saat harga bensin naik, minat masyarakat terhadap kendaraan hemat energi ikut melonjak.“Ketika harga bahan bakar naik, pencarian mobil listrik dan hybrid juga meningkat cukup signifikan,” ujarnya dikutip VIVA dari Usatoday, Sabtu 9 Mei 2026.Selain karena harga bensin, Roberts menyebut musim pengembalian pajak di Amerika turut membuat daya beli masyarakat meningkat. Kombinasi dua faktor itu membuat pasar kendaraan listrik bekas menjadi lebih aktif dibanding awal tahun.Beberapa model EV bahkan mengalami lonjakan harga yang cukup besar dalam waktu singkat. Salah satu yang paling tinggi adalah Tesla Model X. Harga rata-rata SUV listrik premium tersebut naik lebih dari 6.000 dolar AS hanya dalam periode akhir Februari hingga April 2026.Kenaikan harga juga terjadi pada Rivian R1S, Porsche Taycan, Ford Mustang Mach-E, hingga Kia EV9.Menurut Roberts, penyebab utama naiknya harga bukan hanya permintaan tinggi, tetapi juga stok kendaraan bekas yang semakin terbatas. Pada beberapa model, unit tahun produksi lama mulai sulit ditemukan sehingga harga kendaraan yang tersedia ikut terdorong naik.Sebagai contoh, stok Porsche Taycan disebut turun sekitar 20 persen. Sementara pada Ford Mustang Mach-E, ketersediaan model lama menurun karena banyak konsumen mulai berburu kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau dibanding unit baru.Meski harga mulai naik, Roberts menilai EV bekas masih menjadi pilihan menarik. Sebab, rata-rata usia kendaraan masih relatif muda dengan jarak tempuh yang lebih rendah dibanding mobil bermesin konvensional di kelas harga serupa.Di sisi lain, selisih harga antara mobil listrik baru dan mobil bensin kini juga semakin kecil. Data Cox Automotive menunjukkan premi harga EV baru terhadap mobil konvensional turun hingga titik terendah sepanjang sejarah, yakni sekitar 5.800 dolar AS pada Maret 2026.Untuk EV bekas, selisih harganya bahkan hanya sekitar 1.012 dolar AS dibanding mobil bensin bekas. Kondisi tersebut membuat banyak konsumen mulai mempertimbangkan peralihan ke kendaraan listrik.Aktivitas pencarian kendaraan listrik di situs jual beli mobil seperti Autotrader dan Kelley Blue Book juga meningkat tajam. Minat terhadap EV naik sekitar 25 persen, sedangkan mobil hybrid tumbuh sekitar 20 persen dibanding akhir tahun lalu.Namun demikian, analis Cox Automotive, Erin Keating, mengingatkan bahwa lonjakan harga bahan bakar belum tentu langsung mengubah peta penjualan otomotif secara permanen. Menurut dia, dibutuhkan tekanan harga BBM dalam jangka panjang sebelum konsumen benar-benar beralih besar-besaran ke mobil listrik.Di tengah harga mobil baru yang kini kembali menembus rata-rata 50 ribu dolar AS, Roberts justru melihat ada satu EV bekas yang masih sangat menarik, yakni Kia Ioniq 5. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Model tersebut dinilai memiliki value terbaik karena stoknya meningkat tajam, sementara harga jual bekasnya turun cukup dalam. Untuk model tahun 2024 misalnya, harga rata-ratanya turun lebih dari 11 ribu dolar AS menjadi sekitar 26 ribu dolar AS.Kondisi ini menunjukkan pasar kendaraan listrik kini mulai memasuki fase baru. Saat harga bahan bakar global naik akibat ketegangan geopolitik, mobil listrik tidak lagi hanya dipandang sebagai tren teknologi, tetapi mulai dianggap sebagai solusi efisiensi biaya penggunaan harian