Logo mobil listrik BYD Tesla, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pemimpin dunia dalam mobil listrik (EV), kini resmi kehilangan posisi teratas dalam penjualan global kendaraan listrik. Pada tahun 2025, gelar tersebut direbut oleh BYD (Build Your Dreams), produsen mobil asal China, yang unggul cukup jauh dibanding Tesla. Perubahan ini menandai momen penting dalam industri EV global. Diler Tesla di China Penurunan Penjualan Tesla dan Lonjakan BYDDikutip VIVA dari Carscoops Senin, 5 Desember 2025, Tesla mencatat penurunan penjualan tahunan di 2025, dengan total pengiriman EV sekitar 1,64 juta unit, turun dari 1,79 juta unit pada 2024, atau sekitar 8 persen penurunan. Pada kuartal terakhir 2025, Tesla hanya menjual 418.227 unit, turun 15,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, BYD justru mengalami lonjakan penjualan signifikan, mencapai sekitar 2,26 juta EV pada 2025, naik hampir 28 persen dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, lebih dari 1 juta mobil BYD terjual di luar China, dengan peningkatan sekitar 150 persen dari tahun sebelumnya. Strategi ekspansi global BYD terbukti efektif, menjadikannya pemimpin dunia dalam penjualan EV. Faktor Penurunan Tesla Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan penjualan Tesla meliputi:1. Berakhirnya insentif pajak EV di AS – Kredit federal sebesar USD 7.500 yang membantu pembelian mobil listrik berakhir pada September 2025, menurunkan permintaan.2. Persaingan ketat dari produsen China, Eropa, dan Jepang yang menawarkan EV dengan harga kompetitif.3. Citra merek Tesla yang terpengaruh kontroversi – Beberapa masalah publik terkait CEO Elon Musk disebut memengaruhi permintaan di pasar tertentu.BYD, yang awalnya dikenal sebagai produsen baterai, kini menunjukkan kekuatan luar biasa. Selain penjualan domestik yang tinggi, BYD berhasil menembus pasar internasional termasuk Eropa, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.Strategi model yang variatif dan harga bersaing membuat BYD mampu menyaingi Tesla secara global.Pertumbuhan BYD juga menunjukkan kekuatan produsen China dalam memimpin industri EV dunia, sekaligus menjadi tantangan serius bagi merek-merek besar dari AS dan Eropa.Para analis menilai, 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan Tesla jika strategi harga dan ekspansi global berhasil. Namun saat ini, BYD memimpin penjualan EV global untuk 2025, menandai perubahan besar dalam dominasi industri kendaraan listrik. Ilustrasi logo mobil BYDKehilangan gelar penjualan EV terbesar menegaskan bahwa industri kendaraan listrik kini lebih kompetitif dari sebelumnya. Dominasi Tesla selama ini telah digantikan oleh BYD, menunjukkan kekuatan produsen China yang mampu menyaingi pemain besar global.Perubahan ini memperlihatkan bahwa pasar EV dunia kini lebih beragam dan dinamis, dengan persaingan yang semakin ketat dari berbagai produsen internasional.