Diler Tesla di China Tesla Motors kembali menjadi sorotan setelah California Department of Motor Vehicles (DMV) memutuskan bahwa klaim pemasaran sistem bantuan berkendara perusahaan, seperti Autopilot dan Full Self-Driving (FSD) Capability, menyesatkan konsumen. Putusan ini berpotensi memengaruhi operasi penjualan Tesla di salah satu pasar terbesarnya di Amerika Serikat. Logo mobil listrik Tesla Menurut DMV, dikutip VIVA Kamis, 18 Desember 2025, penggunaan istilah Autopilot memberi kesan kepada publik bahwa mobil Tesla dapat berkendara sendiri sepenuhnya, padahal teknologi tersebut masih termasuk Level 2 Advanced Driver Assistance System, yang masih membutuhkan pengawasan aktif dari pengemudi.Program Pemasaran dan Masalah Regulasi Sejak beberapa tahun terakhir, Tesla memasarkan mobilnya dengan klaim seperti “dapat melakukan perjalanan jarak jauh tanpa intervensi pengemudi.” DMV menilai pernyataan ini melanggar hukum negara bagian California karena menimbulkan salah persepsi bagi pembeli, yang dapat mengira mobil Tesla mampu beroperasi secara otonom penuh. Regulator menekankan bahwa istilah seperti Autopilot atau Full Self-Driving harus dijelaskan dengan jelas, agar konsumen memahami bahwa pengawasan pengemudi tetap wajib. Potensi Sanksi bagi TeslaHakim administratif California menegaskan bahwa jika Tesla tidak mematuhi perubahan pemasaran dalam 60 hari, DMV berhak menggantung atau mencabut lisensi penjualan mobil Tesla di California hingga 30 hari. Namun, DMV menunda penerapan sanksi ini selama 90 hari untuk memberi Tesla waktu menyesuaikan materi pemasaran.Penangguhan ini bersifat terbatas dan tidak langsung memengaruhi lisensi manufaktur, sehingga pabrik Tesla di Fremont tetap bisa beroperasi normal.Respons TeslaTesla menanggapi putusan ini dengan menyatakan bahwa istilah pemasaran Autopilot dan FSD tidak dimaksudkan untuk menipu, dan setiap kendaraan Tesla memerlukan pengawasan aktif pengemudi. Perusahaan menegaskan bahwa penjualan di California tetap berlangsung selama periode penangguhan dan berkomitmen untuk mematuhi persyaratan regulator.Dampak dan Latar BelakangKasus ini muncul dari keluhan DMV yang diajukan sejak 2021-2022 terkait klaim kemampuan otonom yang menyesatkan. California merupakan pasar penting bagi Tesla, sehingga potensi sanksi penangguhan penjualan memiliki implikasi besar terhadap penjualan mobil listrik premium di negara bagian tersebut. Sistem Autopilot mobil Tesla menyerah saat terjebak macet.Selain itu, keputusan ini menyoroti tekanan regulator untuk memastikan pemasaran kendaraan listrik dan bantuan berkendara sesuai fakta, sehingga konsumen tidak salah persepsi tentang kemampuan teknologi.Putusan DMV California menjadi peringatan tegas bagi Tesla dan produsen mobil lain bahwa pemasaran fitur bantuan berkendara harus jelas, akurat, dan tidak menyesatkan. Tesla kini memiliki waktu terbatas untuk menyesuaikan istilah Autopilot dan Full Self-Driving agar penjualan di California tetap berjalan tanpa gangguan regulasi.