Diler Tesla di China Tesla menghadapi awal yang sangat menantang di 2026 setelah penjualan kendaraannya di beberapa pasar utama mengalami penurunan tajam. Laporan data pendaftaran kendaraan baru menunjukkan bahwa penjualan Tesla di Norwegia, salah satu pasar terkuatnya di Eropa, merosot drastis pada Januari 2026, memperlihatkan kekhawatiran serius bagi dominasi merek ini di segmen kendaraan listrik (EV). ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilusrasi diler Tesla Ambruknya Penjualan Tesla di NorwegiaMenurut data registrasi baru di Norwegia, yang dikenal sebagai pasar EV paling maju di dunia, Tesla hanya berhasil menjual 83 unit kendaraan di bulan Januari 2026. Angka ini turun sekitar 88 persen dibandingkan Januari tahun lalu, ketika Tesla masih relatif kuat di negara tersebut. Total hanya 62 unit Model Y yang terdaftar, yang berarti Tesla hanya menyumbang 2,8% dari total penjualan mobil baru di negara itu pada bulan tersebut.Dominasi Tesla tampak runtuh ketika beberapa model EV pesaing jauh lebih laku pada Januari 2026. Misalnya, Volkswagen ID.3 memimpin penjualan dengan 299 unit, diikuti Toyota bZ4X dengan 184 unit, dan Toyota Urban Cruiser dengan 98 unit, jauh melampaui penjualan Tesla Model Y.Bahkan kendaraan EV kurang dikenal seperti Deepal S05 mencatat 75 unit penjualan, hampir menyamai Tesla.EV Masih Unggul di Pasar, Tesla TertinggalMeskipun penjualan Tesla anjlok di Norwegia, pangsa EV secara keseluruhan tetap sangat kuat di negara tersebut. Sekitar 94 persen dari semua kendaraan baru yang terdaftar pada Januari 2026 adalah EV, dengan kendaraan berbahan bakar diesel dan bensin hampir tak terlihat di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik tetap tinggi, namun pilihan konsumen kini semakin beragam dengan banyaknya model lain yang lebih kompetitif.Tesla Masih Tumbuh di Beberapa Pasar LainDi tengah penurunan di Norwegia, Tesla tetap mencatat pertumbuhan penjualan di beberapa negara Eropa lainnya. Misalnya, data menunjukkan bahwa penjualan Tesla meningkat 70% di Spanyol (456 unit), 75% di Italia (713 unit), 26% di Swedia (512 unit), dan 3 persen di Denmark (458 unit) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Hal ini menunjukkan bahwa kondisi penjualan Tesla tidak seragam di seluruh Eropa. Namun, lonjakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh varian Model 3 dan Model Y versi standar yang lebih murah, yang diluncurkan untuk menarik pembeli baru di tengah persaingan yang makin ketat.Tantangan Tesla di Pasar EV GlobalPenurunan penjualan Tesla di Norwegia mencerminkan pergeseran lanskap EV global. Belakangan ini, pesaing kuat seperti Volkswagen, Toyota, dan produsen EV asal China semakin agresif menggarap pasar Eropa dan kawasan lain, sehingga menarik pembeli yang sebelumnya cenderung memilih Tesla.Beberapa analis menyebut bahwa kekurangan inovasi produk baru, peningkatan persaingan, serta kontroversi mengenai CEO Tesla, Elon Musk, berkontribusi terhadap menurunnya minat konsumen di beberapa pasar tertentu. Tren ini muncul di tengah ekspansi cepat merek EV lain yang menawarkan teknologi terkini, harga lebih kompetitif, dan jaringan layanan yang lebih luas. Tesla ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Penurunan penjualan Tesla di salah satu pasar EV paling maju seperti Norwegia menjadi indikator penting bagi kondisi persaingan di industri mobil listrik global. Meski Tesla tetap kuat di beberapa wilayah, tantangan yang makin besar dari pesaing tradisional dan pendatang baru mulai jelas terlihat.Situasi ini membuat Tesla perlu terus berinovasi baik dalam model kendaraan, harga, maupun fitur teknologi seperti perangkat lunak dan sistem penggerak untuk mempertahankan posisi di pasar EV yang semakin matang dan kompetitif.