Tesla dalam waktu dekat akan menghentikan produksi dan penjualan sedan Model S serta SUV Model X, yang sebelumnya menjadi produk andalan di pasar mobil listrik global. Keputusan itu disampaikan CEO Tesla Elon Musk, di mana fasilitas produksi Model S dan X nantinya akan dialihkan untuk pengembangan robot humanoid dan teknologi kecerdasan buatan (AI). “Ruang pabrik akan digunakan untuk membangun robot,” kata Elon dikutip Reuters pada Kamis (29/1/2026). Tesla Model X Model S dan Model X merupakan kendaraan premium pertama Tesla. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kontribusinya terhadap penjualan terus menurun dan hanya menyumbang sebagian kecil pendapatan perusahaan. Penghentian produksi ini menjadi bagian dari strategi Tesla untuk beralih dari produsen mobil listrik menjadi perusahaan berbasis teknologi dan AI. Tesla juga mengumumkan investasi sebesar 2 miliar dollar AS ke perusahaan AI milik Musk, xAI. Investasi tersebut mendukung pengembangan teknologi swakemudi dan layanan robotaxi. Saat ini, Tesla tengah menyiapkan produksi Cybercab robotaxi dan robot humanoid Optimus. Kedua produk tersebut menjadi fokus utama pengembangan perusahaan ke depan. Di sisi lain, bisnis kendaraan listrik Tesla masih menghadapi tekanan akibat persaingan yang semakin ketat dan pelemahan permintaan. Ilustrasi Pabrik Tesla di AS Pada 2025, pendapatan Tesla tercatat turun sekitar 3 persen menjadi 94,83 miliar dollar AS. Ini menjadi penurunan pendapatan tahunan pertama dalam sejarah perusahaan. Analis menilai, penghentian Model S dan X menandai fase transisi besar Tesla menuju bisnis teknologi. Dengan strategi baru tersebut, Tesla mulai meninggalkan lini kendaraan premium lamanya untuk memperkuat pengembangan AI, robot, dan kendaraan otonom. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang