Laba Tesla anjlok tajam tahun lalu akibat penurunan penjualan kendaraan listrik serta taruhan mahal pada kecerdasan buatan dan robotika. Namun, ada satu titik terang di tengah semuanya: penyimpanan energi. Dalam laporan kinerja kuartal keempat dan tahun penuh 2025 yang dirilis Rabu, pabrikan tersebut menyebutkan mereka mencatat rekor tertinggi sepanjang masa untuk deployment penyimpanan energi stasioner (ESS) per kuartal, didorong lonjakan permintaan baterai Megapack. Deployment penyimpanan energi pada Q4 mencapai 14,1 gigawatt-jam (GWh), naik dari 11,0 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Masalahnya, bisnis Tesla tidak hanya soal mobil, AI, dan robotika. Bisnis energinya yang tumbuh cepat mencakup solar, baterai Powerwall untuk rumah, serta sistem Megapack skala industri. Dan ketika pusat data AI yang rakus daya semakin membebani jaringan listrik di seluruh dunia, Megapack menjadi semakin penting. Tesla Powerwall 3 Baterai Megapack berukuran besar—sekelas kontainer pengiriman—dirancang untuk menyimpan kelebihan energi pada jam-jam beban rendah, lalu menyalurkannya kembali saat permintaan melonjak pada jam beban puncak. Megapack juga kian berperan dalam meredam sifat intermiten pembangkit energi terbarukan, sesuatu yang semakin diandalkan oleh perusahaan utilitas. Tesla mengatakan deployment Megapack yang memecahkan rekor menghasilkan laba kotor US$1,1 miliar bagi bisnis pembangkitan dan penyimpanan energinya pada kuartal keempat, sekaligus menandai rekor kuartalan kelima berturut-turut. Perusahaan itu juga menyebutkan lebih dari satu juta unit Powerwall yang telah terpasang membantu pemilik rumah menghemat sekitar US$1 miliar per tahun dari biaya listrik. Bisnis pengisian daya Tesla juga semakin terkait dengan ekosistem energi ini. Sejumlah Supercharger terbarunya didukung oleh ladang surya dan baterai Megapack, termasuk fasilitas besar di Lost Hills, California. Ini adalah stasiun Supercharger terbesar di dunia, dan sepenuhnya beroperasi tanpa terhubung ke jaringan listrik (off-grid). Sementara bisnis kendaraan penumpang Tesla bergulat dengan penjualan yang melambat dan jajaran model yang mulai terasa stagnan, dan kita juga belum benar-benar tahu apakah taruhan pada AI serta robotika akan membuahkan hasil, satu hal jelas: lini bisnis energinya berada pada posisi yang kuat di pusat ledakan kebutuhan listrik untuk AI. Dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan kemungkinan akan berlanjut. Hubungi penulis: suvrat.kothari@insideevs.com