Pabrik mobill iistrik Tesla Tesla kembali mencatat pencapaian penting dalam pengembangan teknologi mengemudi otomatis setelah sistem Full Self-Driving (FSD) miliknya resmi mendapatkan persetujuan regulator di Belanda, dikutip VIVA dari Carscoops Senin, 13 April 2026. Keputusan ini menjadi tonggak besar karena menjadikan Belanda sebagai negara Eropa pertama yang mengizinkan penggunaan sistem tersebut di jalan umum. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilusrasi diler Tesla Persetujuan ini diberikan setelah proses pengujian dan evaluasi panjang oleh otoritas keselamatan lalu lintas Belanda (RDW) yang berlangsung lebih dari 18 bulan. Hasilnya, sistem FSD dinilai mampu memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan berkendara, meskipun masih dalam status pengawasan pengemudi.Dengan keputusan ini, Tesla akan segera mulai mengaktifkan FSD bagi pemilik kendaraan di Belanda. Sistem tersebut memungkinkan mobil melakukan sejumlah fungsi mengemudi seperti navigasi, pengereman, hingga pengendalian di jalan raya dan area perkotaan, tetapi tetap membutuhkan pengawasan aktif dari pengemudi.Menariknya, langkah Belanda ini juga membuka peluang lebih luas bagi ekspansi teknologi Tesla ke negara-negara Uni Eropa lainnya. RDW bahkan akan mengajukan evaluasi lanjutan agar FSD dapat dipertimbangkan untuk persetujuan tingkat regional di seluruh Uni Eropa.Meski belum berlaku secara otomatis di seluruh negara anggota, keputusan ini dianggap sebagai pintu masuk penting bagi Tesla untuk memperluas teknologi otonomnya di kawasan Eropa. Setiap negara masih memiliki kewenangan untuk menyetujui sistem ini secara independen, bahkan jika keputusan tingkat Uni Eropa belum tercapai.Jika proses harmonisasi regulasi berjalan lancar, FSD berpotensi menjadi salah satu sistem bantuan mengemudi paling luas penggunaannya di benua tersebut.Walaupun namanya “Full Self-Driving”, sistem ini masih tergolong Level 2 dalam standar otomasi kendaraan. Artinya, pengemudi tetap harus mengawasi kendaraan setiap saat dan siap mengambil alih kendali jika diperlukan.Pihak regulator juga menekankan bahwa teknologi ini bukan sistem mengemudi sepenuhnya otonom, melainkan sistem bantuan canggih yang meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.Keberhasilan ini menjadi dorongan penting bagi Tesla dalam memperluas pasar teknologi otonomnya, terutama di tengah persaingan ketat dengan produsen lain yang juga mengembangkan sistem serupa. Eropa selama ini dikenal memiliki regulasi ketat, sehingga persetujuan ini menjadi sinyal positif bagi pendekatan Tesla.Dengan terbukanya pintu di Belanda, industri otomotif global kini menantikan apakah negara-negara lain di Eropa akan segera mengikuti langkah serupa. Pabrik mobill iistrik Tesla ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Persetujuan FSD di Belanda menjadi salah satu momentum penting bagi Tesla dalam mendorong adopsi teknologi self-driving di Eropa.Meski masih dalam tahap terbatas dan diawasi, langkah ini bisa menjadi awal dari ekspansi besar sistem mengemudi otomatis di kawasan yang selama ini sangat ketat terhadap teknologi otonom.