Logo perusahaan mobil listrik Rivian Rivian, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, terus memperkuat teknologi self-driving di kendaraan mereka. Perusahaan mengumumkan rencana menghadirkan fitur hands-free driving lebih canggih melalui paket Autonomy+, yang akan tersedia untuk model R1 saat ini dan SUV baru R2. Langkah ini menegaskan ambisi Rivian untuk bersaing dengan produsen mobil listrik lain dalam era kendaraan otonom. Mobil BMW berteknologi Self-Driving. Ilustrasi Autonomy+ memungkinkan pengemudi mengendarai mobil tanpa memegang setir pada jalan tol maupun beberapa jalan non-tol tertentu dengan marka jalur yang jelas. Fitur ini akan hadir awal 2026, dan mencakup kemampuan seperti Lane Change on Command, parkir otomatis, dan navigasi dari on-ramp ke off-ramp.Rivian menawarkan Autonomy+ dengan dua opsi harga: US$2.500 atau sekitar Rp41 juta untuk pembelian satu kali atau US$49,99 atau sekitar Rp800 ribu per bulan. Biaya ini lebih rendah dibanding layanan serupa milik Tesla. Fitur ini berada pada level “Level 2++”, artinya pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali kapan saja. Namun, mobil bisa melaju sendiri untuk jarak tertentu, berpindah jalur secara otomatis, dan melakukan beberapa manuver tanpa intervensi manusia. Sistem ini menggunakan kombinasi motor listrik, baterai menengah, dan mesin kecil untuk mengisi baterai saat diperlukan, menjaga kendaraan tetap berjalan dalam perjalanan jauh. Rivian membekali R2 generasi baru dengan teknologi LiDAR, radar, dan kamera definisi tinggi untuk membangun peta lingkungan sekitar secara real-time. Untuk mengelola data sensor dan algoritma otonom, Rivian memperkenalkan Rivian Autonomy Processor 1 (RAP1), chip AI buatan sendiri yang menjadi otak sistem self-driving.Target Rivian jangka panjang adalah Level 4 autonomy, di mana kendaraan dapat mengemudi sendiri tanpa pengawasan manusia dalam kondisi tertentu. Perusahaan akan terus meningkatkan kemampuan Autonomy+ melalui pembaruan perangkat lunak, termasuk parkir otomatis dan navigasi jalan tol yang lebih kompleks.Selain hands-free driving, Rivian juga menghadirkan Rivian Assistant, asisten suara berbasis AI yang memungkinkan pengendara mengontrol kendaraan dan aplikasi lain melalui perintah suara. Asisten ini meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkendara, sejalan dengan visi Rivian menciptakan ekosistem kendaraan pintar. Logo perusahaan mobil listrik RivianRivian menunjukkan ambisi besar dalam menghadirkan kendaraan listrik otonom yang lebih pintar. Dengan Autonomy+, sensor LiDAR, chip AI, dan asisten suara cerdas, Rivian R1 dan R2 akan menawarkan pengalaman berkendara lebih aman, nyaman, dan futuristik. Teknologi ini dijadwalkan mulai tersedia awal 2026, membuka jalan bagi era mobil listrik hands-free dan siap menuju Level 4 autonomy.