Ilustrasi gambar interior mobil Tesla Model 3 terbaru Meskipun dikenal sebagai pelopor teknologi otomotif, mobil Tesla hingga kini tidak menyediakan integrasi Apple CarPlay maupun Android Auto. Keputusan ini bukan karena kelalaian, melainkan bagian dari strategi perusahaan yang disengaja untuk mengontrol pengalaman pengguna dan menjaga ekosistem teknologi internalnya. Dirangkum VIVA dari SlashGear Kamis, 13 November 2025, berikut beberapa alasan Tesla tidak pernah dukung apple carplay dan android auto. Logo mobil listrik Tesla 1. Sistem Infotainment Dibangun SendiriSalah satu alasan utama Tesla menolak CarPlay atau Android Auto adalah karena perusahaan memilih membangun sistem infotainment sendiri. Dengan begitu, Tesla dapat: - Menjaga kontrol penuh atas antarmuka pengguna, konektivitas, dan fitur mobil. - Memastikan update perangkat lunak dapat dilakukan sesuai visinya tanpa bergantung pada pihak ketiga. - Menyediakan pengalaman unik yang membedakan Tesla dari produsen mobil lain.Tesla secara konsisten mengutamakan sistem “in-house” untuk memastikan semua fitur bekerja mulus dengan perangkat keras dan software mereka, termasuk layar sentuh besar dan kontrol kendaraan berbasis layar.2. Hubungan Kompetitif dengan Perusahaan TeknologiMemasukkan Apple CarPlay atau Android Auto berarti Tesla harus bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar, seperti Apple atau Google. Hal ini dapat menimbulkan beberapa risiko:- Harus membayar lisensi atau membagi data pengguna dengan pihak ketiga.- Mengurangi kontrol independen Tesla atas teknologi mobil, karena sistem pihak ketiga dapat berubah kapan -saja.- Menempatkan Tesla dalam posisi yang mirip “bersaing dengan pesaing sendiri” di ranah teknologi.Sebagai perusahaan teknologi yang juga mengembangkan baterai, motor listrik, jaringan Supercharger, dan AI, Tesla memilih menjaga ekosistemnya tetap independen.3. Mengurangi Risiko Masalah Sistem Pihak Ketiga Ilustrasi gambar interior mobil Tesla Model 3 terbaruTesla juga ingin menghindari risiko dari integrasi sistem pihak ketiga. Jika CarPlay atau Android Auto mengalami bug atau fitur tiba-tiba dihapus, pemilik mobil bisa menyalahkan Tesla. Dengan sistem milik sendiri, Tesla mengambil tanggung jawab penuh atas pengalaman pengguna dan menjaga reputasi merek.Sistem infotainment Tesla dikenal cepat, responsif, dan selalu diperbarui melalui over-the-air updates, yang memberi pengalaman konsisten dan seragam bagi semua pengguna.Meskipun banyak mobil modern menawarkan Apple CarPlay atau Android Auto sebagai fitur standar, Tesla memilih jalannya sendiri. Dengan strategi ini, sangat kecil kemungkinan Tesla akan menambahkan CarPlay atau Android Auto di masa depan, karena perusahaan ingin mempertahankan ekosistem internalnya yang unik dan terkontrol secara penuh.