Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan. Kebijakan yang diberlakukan oleh PT Pertamina (Persero) sejak 4 Mei 2026 ini memicu beragam respons, termasuk dari pelaku industri otomotif seperti Indomobil Group. Chief Executive Officer Indomobil Dealership Group, Santiko Wardoyo, menilai bahwa kenaikan harga BBM merupakan kebijakan pemerintah yang tentu memiliki pertimbangan tersendiri. Namun di sisi lain, dampaknya terasa cukup berat bagi masyarakat. Menurut Santiko, efek domino dari kenaikan BBM sudah mulai terasa, bahkan hingga ke sektor bahan baku industri. Pengendara roda dua saat mengisi bahan bakar subsidi di Di SPBU Pertamina 34.409.01, Jalan Terusan Kopo Katapang No.196, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). “Saya dengar itu misalnya kayak botol-botol plastik, biji plastik sudah mulai naik segala macam. Nah, kita melihat dari situ kita melihat bahwa customer pun ini juga merasa merasa berat juga kan dengan adanya kenaikan bahan bakar bensin ini,” ujar Santiko di Jakarta (5/5/2026). “Seperti yang saya tadi bilang kemarin aja Pertamina Dex naik 4.000 per liter ya, tentunya akan memberatkan mereka,” kata dia. Meski demikian, Indomobil tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. Perusahaan justru berupaya mencari solusi agar beban konsumen bisa sedikit tereduksi. MAXUS MIFA 9 multi-purpose vehicle (MPV) listrik premium yang menawarkan ketenangan dan kenyamanan kelas satu untuk mobilitas harian. “Nah, kita coba cari jalan keluarnya kan. Solusinya adalah ya kami tawarkan promo di mobilnya. Menurut saya ini akan memberatkan rakyat ya. Tapi kan kita sebagai pengusaha ini, kita cari solusi untuk jalan keluarnya mereka,” ujar dia. Lebih jauh, Santiko melihat bahwa kebijakan ini juga sejalan dengan arah pemerintah yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mendorong penggunaan kendaraan listrik. “Jangan dibilang kita senang lho. Enggak ya. Tapi ya kita manfaatkan kondisi yang ada ya. Kita coba cari apa yang kita bisa support ya. Kebetulan kan pemerintah memang minta supaya bisnis elektrik ini lebih meningkatkan,” kata Santiko. Pameran Indomobil Expo 2026 resmi digelar, fokus pada mobil listrik. Sebagai langkah konkret, Indomobil kini semakin agresif mendorong kendaraan listrik, baik dari sisi produk, layanan, hingga skema pembiayaan. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap dapat membantu masyarakat beralih ke opsi mobilitas yang lebih efisien di tengah kenaikan biaya bahan bakar. Sebagai informasi, penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan Pertamina mencakup beberapa produk utama. Pertamina Dex kini dibanderol Rp 27.900 per liter dari sebelumnya Rp 23.900, Dexlite naik menjadi Rp 26.000 dari Rp 23.600, sementara Pertamax Turbo menjadi Rp 19.900 dari Rp 19.400 per liter. Adapun BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih tetap dipertahankan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang