JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus menjadi isu sensitif di Indonesia mendorong konsumen mencari solusi kendaraan yang lebih efisien. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran teknologi hybrid semakin relevan, termasuk pada Chery TIGGO 8 CSH yang menawarkan kombinasi performa, efisiensi, dan kenyamanan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit mengatakan TIGGO 8 CSH hadir sebagai SUV hybrid yang dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga modern dengan mobilitas tinggi. “Buktinya, sebagian besar pembeli TIGGO 8 adalah keluarga yang membutuhkan ruang kabin lebih lega dan fungsional untuk aktivitas sehari-hari,” ucap Budi belum lama ini di Jakarta. Salah satu daya tarik utama TIGGO 8 CSH, yaitu efisiensi konsumsi bahan bakarnya. Dalam penggunaan nyata pada mode hybrid, mobil ini diklaim mampu mencatat konsumsi sekitar 4-5 liter per 100 kilometer. Berdasarkan pengujian tim Kompas.com untuk perjalanan pulang pergi Jakarta-Yogyakarta, konsumsi BBM rata-ratanya mencapai 34,5 kilometer per liter berdasarkan rute kombinasi dalam dan luar kota. Chery Tiggo 8 CSH Angka tersebut tentu jauh lebih hemat dibanding SUV konvensional di kelasnya, terutama saat digunakan di kondisi lalu lintas campuran. Tidak hanya irit, TIGGO 8 CSH juga menawarkan jarak tempuh gabungan hingga sekitar 1.200-1.300 kilometer. Dengan daya jelajah sejauh ini, frekuensi pengisian bahan bakar menjadi jauh lebih jarang, sehingga cocok untuk pengguna yang sering melakukan perjalanan luar kota atau jarak jauh. Sementara itu, berdasarkan data pengujian pabrikan. Dengan pola pemakaian bulanan sejauh 1.200 km, Tiggo 8 CSH bisa menempuh 900 km pakai mode EV yang butuh 184 kWh dan 300 km pakai bensin dengan penggunaan 19 km per liter maka total BBM terpakai 15,8 liter. Artinya, mayoritas mobil dipakai dalam mode EV, ini kunci penghematan. Teknologi PHEV tentu jauh lebih efisien dibanding BBM karena hanya dipakai seperempat jarak. Konsumsi listriknya setara kira-kira 4,9 km per kWh, tergolong cukup efisien untuk SUV besar. Total pengeluaran cas listrik dan bensin untuk jarak 1.200 km hanya Rp506.499. Dari sisi teknis, SUV ini dibekali mesin hybrid 1.5L turbo dengan efisiensi termal mencapai lebih dari 44 persen. Angka ini menunjukkan kemampuan mesin dalam mengubah energi bahan bakar menjadi tenaga secara optimal, yang berdampak langsung pada penghematan konsumsi BBM. Chery Tiggo 8 CSH Sistem hybrid pintar yang disematkan juga menjadi keunggulan tersendiri. Mobil mampu berpindah secara otomatis dan mulus antara mode listrik (EV) dan hybrid, menyesuaikan kondisi jalan serta kebutuhan tenaga tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. Selain itu, teknologi pengereman regeneratif turut meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan. Energi yang biasanya terbuang saat pengereman kini dapat dikonversi kembali menjadi daya listrik untuk mengisi baterai. Dari sisi kenyamanan, TIGGO 8 CSH dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Stabilitas berkendara tetap terjaga, sementara kabin memberikan kenyamanan optimal bagi pengemudi dan penumpang, bahkan saat menempuh perjalanan panjang di jalan tol. Menariknya, mobil ini juga fleksibel digunakan di berbagai kondisi. Baik di kemacetan perkotaan maupun perjalanan antarkota, pengguna tidak perlu khawatir soal konsumsi BBM atau jarak tempuh. Untuk pasar Indonesia, TIGGO 8 CSH ditawarkan dalam beberapa varian dengan harga OTR Jakarta sebagai berikut: FWD Comfort Rp449.900.000, FWD Premium Rp519.900.000, dan AWD Rp569.900.000. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang