Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap aman hingga akhir 2026. Namun untuk BBM nonsubsidi, keputusan kenaikan harga masih dalam tahap kajian. Hal ini menandakan bahwa masyarakat pengguna BBM seperti Pertamax dan produk sejenis lainnya masih harus menunggu kepastian resmi dari pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ilustrasi SPBU Pertamina. Harga BBM April 2026. Harga BBM per 1 April 2026. Harga BBM mulai 1 April 2026. “Itu masih dikaji. Setelah pengkajian selesai, pasti akan segera disampaikan ke publik,” ujar Airlangga, dalam konferensi pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang disiarkan daring, Senin (6/4/2026). Pernyataan ini membuka kemungkinan adanya penyesuaian harga, terutama jika tekanan harga minyak dunia terus berlanjut. Seperti diketahui, BBM nonsubsidi yang saat ini beredar di Indonesia cukup beragam. Dari Pertamina, jenisnya meliputi Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, hingga Dexlite dan Pertamina Dex untuk mesin diesel. Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia. produk ini mengikuti mekanisme harga pasar, sehingga sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia. Selain itu, SPBU swasta juga menawarkan berbagai pilihan BBM nonsubsidi. Dari Shell misalnya, tersedia Shell Super, Shell V-Power, hingga Shell V-Power Diesel. Sementara dari BP terdapat BP 90, BP 92, dan BP Ultimate. Adapun Vivo Energy menghadirkan Revvo 90, Revvo 92, hingga Revvo 95. Seluruh produk tersebut dijual mengikuti harga keekonomian tanpa subsidi pemerintah. Foto diambil saat patra niaga melakukan sidak bersama polres balikpapan, terkait keluhan banyak warga mengenai pertamax yang diduga oplosan pada Kamis (3/4/225) Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar hingga Desember 2026. Kebijakan ini berlaku dengan catatan harga minyak dunia tidak melampaui rata-rata 97 dollar AS per barel. Artinya, masyarakat pengguna BBM bersubsidi masih bisa bernapas lega di tengah ketidakpastian energi global. Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa subsidi energi akan tetap dipertahankan. Ilustrasi antrean di SPBU Pertamina “Subsidi terhadap BBM tidak akan dihilangkan dan akan terus diadakan sampai akhir tahun,” ujar Purbaya dalam kesempatan yang sama. Ia juga menyebut pemerintah telah melakukan berbagai simulasi, bahkan dengan asumsi harga minyak dunia menyentuh 100 dollar AS per barel, dan hasilnya menunjukkan subsidi masih dapat dijaga tanpa membebani anggaran secara berlebihan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang