Salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Cawas, Klaten, Jawa Tengah terpantau ramai antrean, dengan dominasi sepeda motor. Berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (31/3/2026) ada antrean konsumen jelang kenaikan harga BBM yang bakal diumumkan oleh pemerintah per 1 April 2026 mendatang. Mayoritas sepeda motor mengisi Pertalite sementara sisanya Pertamax. Sementara pengendara mobil lebih sering terlihat mengisi Pertalite. Nur (40) Klaten, pengendara sepeda motor mengatakan baru saja mengisi Pertamax karena antrean Pertalite terlalu panjang. “Setiap jam-jam sibuk, jam berangkat atau pulang sekolah (SPBU Cawas) selalu ramai, antrean panjang didominasi motor, daripada antre saya pilih Pertamax,” ucap Nur kepada KOMPAS.com, Selasa (31/3/2026). Nur mengaku sempat dengar ada isu harga BBM akan naik, khususnya BBM non subsidi seperti Pertamax. Antrean Pertamax SPBU Cawas Klaten jelang kenaikan harga BBM “Ya kalau Pertamax naik, saya pilih Pertalite saja, apalagi kan katanya kenaikannya sampai Rp 5.000-an, tidak tahu benar tidak itu,” ucap Nur. Belakangan ini memang sempat beredar tabel kenaikan harga BBM per April 2026 di beberapa grup WhatsApp. Udin (39) Klaten, pengendara Honda Jazz mengatakan selama kenaikan harga BBM tak menyentuh Pertalite dirinya tidak begitu berdampak. Antrean BBM di SPBU Cawas Klaten, Jawa Tengah “Saya biasanya isi Pertalite, meski per harinya dibatasi Rp 200.000, masih cukup buat saya yang jarang pergi jauh-jauh,” ucap Udin kepada KOMPAS.com, Selasa (31/3/2026). Selama ini pengisian Pertalite untuk kendaraan roda empat terbatas bagi mereka yang memiliki barcode myPertamina, selaku alat kontrol pemerintah terhadap penyaluran BBM subsidi. “Selama BBM subsidi tidak naik harganya, dan masih bisa disentuh bagi masyarakat, saya rasa masih aman,” ucap Udin. Pembeli Pertamax menggunakan jerigen di SPBU Cawas Salah satu masalahnya, menurut Udin, ketika masyarakat kehabisan BBM di malam hari. Pasalnya, sebagian besar SPBU Pertamina sudah tak melayani pembelian Pertalite di atas jam 10 malam. Salah satu kalangan pembeli Pertamax yang terlihat melakukan transaksi di SPBU Cawas sinag ini, justru pedagang BBM eceran. Mereka tampak membeli Pertamax di jerigen besar di keranjang. Mereka enggan berkomentar terkait isu kenaikan harga BBM saat Kompas.com mencoba mewawancarainya di SPBU Cawas. Sebagai informasi, pembelian Pertamax masih diperbolehkan menggunakan jerigen, namun untuk Pertalite tidak diperkenankan untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang