Harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan naik besok, Rabu (1/4/2026). Pemilik kendaraan berbondong-bondong menyerbu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. Bahkan antreannya sampai ke luar SPBU.Antrean panjang kendaraan itu terjadi di SPBU Vivo di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (31/3/2026) siang. Antrean kendaraan di SPBU tersebut mengular sampai ke luar area SPBU.Antrean Kendaraan di SPBU Swasta Sebelum Kenaikan Harga BBM Foto: Rizky RizaldyAwalnya, antrean untuk mobil dibuka dua jalur pengisian, tapi kemudian dibuka lagi menjadi tiga jalur pengisian. Untuk antrean sepeda motor hanya diisi 2 jalur pengisian, namun tetap terjadi antrean panjang. Di SPBU Vivo ini, saat ini hanya tersedia bensin jenis RON 92. Bensin itu dijual seharga Rp 12.390 per liter.Para pengendara itu mengaku antre mengisi BBM sebelum harga BBM mengalami penyesuaian besok, 1 Apirl 2026. "Iya (antre) sebelum kenaikan BBM," kata Astrid, seorang pengendara sepeda motor yang sedang mengantre di SPBU Vivo MT Haryono, Jakarta, Selasa (31/3/2026).Antrean Kendaraan di SPBU Swasta Sebelum Kenaikan Harga BBM Foto: Rizky RizaldyAstrid berharap kenaikan harga BBM mulai 1 April nanti tidak signifikan. Sebab, jika harga BBM melambung tinggi jauh dari harga saat ini, dikhawatirkan akan berdampak ke berbagai sektor."Beban juga buat kami sebagai warga Indonesia kalau naik tinggi. Kalau bisa sih jangan naik terlalu tinggi. Standar-standar saja untuk kami-kami ini. Kayak orang tua saya kan ojek, kasihan juga pendapatannya berkurang karena kenaikan BBM ini," ujarnya.Pengendara lain, Tiwi, bilang jika harga BBM naik jauh, maka efeknya akan terasa untuk masyarakat. "Berasa lah buat kami kaum pekerja," katanya.Salah satu pengemudi ojek online, Arif, mengatakan, mungkin efeknya akan terasa mulai besok. Soalnya, per 1 April kemungkinan akan ada penyesuaian harga BBM."Dampaknya mungkin akan banyak banget kendala di jalanan. Mungkin nanti harga-harga pokok mungkin akan naik," katanya.Harga BBM, khususnya BBM non-subsidi kemungkinan akan naik per 1 April 2026 besok. Soalnya, harga minyak dunia melambung tinggi akibat konflik di Timur Tengah.