Kenaikan harga plastik yang terjadi akhir-akhir ini turut berdampak pada industri otomotif. Pasalnya, sejumlah komponen kendaraan masih mengandalkan material tersebut. Lalu, dengan harga plastik yang terkerek akibat bahan baku petrokimia dan hambatan distribusi, apakah nantinya akan membuat harga mobil mengalami kenaikan? Menjawab hal tersebut, Deputy Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi menjelaskan, hingga saat ini kondisi tersebut belum berdampak pada harga jual mobil di Indonesia. Fasilitas pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat "Kalau harga plastik naik, pengaruhnya tentu ada. Namun apakah berdampak langsung ke harga mobil, itu berbeda karena banyak komponen lain yang juga berpengaruh, tidak hanya plastik," kata Rokky di Jakarta, beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Rokky menjelaskan bahwa meski terjadi kenaikan harga bahan baku seperti plastik, pabrikan telah menyiapkan berbagai strategi, salah satunya terkait penetapan harga (pricing). Karena itu, untuk saat ini, Daihatsu Indonesia belum menaikkan harga jajaran produknya. Fasilitas pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat "Saat ini kami tidak ada kenaikan harga, masih terkendali," ujar Rokky. Logistik Sebelumnya, PT Honda Prospect Motor (HPM) juga menjelaskan kondisi saat ini bukan hanya dipengaruhi kenaikan harga plastik, tetapi juga lonjakan biaya kargo laut serta ketidakpastian jadwal pengiriman komponen impor. Hal tersebut dapat mengganggu proses produksi. Pasalnya, jika bahan baku komponen plastik terhambat, jalur perakitan hingga distribusi ke konsumen juga akan terdampak. Sales & Marketing and After Sales Operations Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, pihaknya terus melakukan mitigasi agar konsumen tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan unit yang dipesan. "Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi dinamika pada proses dan biaya logistik di sejumlah area yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif global," ujar Billy. Penjualan mobil di Jepang mulai susut, konsumen mulai mengurungkan niatnya membeli karena pajak lebih tinggi. "Kondisi ini masih dalam pengelolaan kami. Kami melakukan evaluasi terhadap perencanaan pasokan untuk beberapa model serta terus melakukan penyesuaian guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar," lanjutnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang