New Daihatsu Sirion Namun, Daihatsu memilih langkah berbeda. Di tengah fluktuasi kurs yang belum stabil, produsen mobil asal Jepang tersebut memastikan belum menaikkan harga kendaraan kepada konsumen. GULIR UNTUK LANJUT BACA Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan tekanan akibat depresiasi rupiah memang tidak bisa dihindari. Meski tingkat kandungan lokal kendaraan Daihatsu sudah lebih dari 80 persen, masih ada beberapa komponen yang berasal dari luar negeri.Karena itu, perubahan kurs tetap berdampak terhadap struktur biaya produksi perusahaan.“Pastinya harus ada penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan. Jadi kita lakukan beberapa hal, mulai dari restrukturisasi biaya dan efisiensi di manufacturing,” ujar Agung di Tangerang Selatan.Menurut dia, strategi utama yang saat ini dilakukan bukan langsung membebankan kenaikan biaya kepada konsumen, melainkan melakukan penyesuaian internal secara bertahap dan hati-hati.ADM mulai memperkuat efisiensi di sektor produksi, sekaligus berdiskusi dengan seluruh rantai pasok untuk mempercepat pengembangan komponen lokal.Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor yang rentan terdampak fluktuasi mata uang asing.Agung mengatakan, proses lokalisasi tambahan itu dilakukan dalam dua tahap. Untuk jangka pendek, beberapa komponen ditargetkan bisa diproduksi lokal dalam waktu sekitar enam bulan. Sementara tahap menengah diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun.“Bukan part ya, lebih tepatnya beberapa komponen. Ada yang short term, ada yang mid term,” kata dia.Di sisi lain, Daihatsu juga mempertimbangkan karakter konsumennya yang mayoritas merupakan first car buyer. Segmen tersebut dinilai sangat sensitif terhadap perubahan harga maupun cicilan kendaraan.Karena itu, perusahaan memilih lebih prudent dalam menentukan kebijakan harga jual.“Tidak semua dilakukan dan dideploy kepada customer. Karena Daihatsu itu first car buyer,” ujar Agung.Komitmen tersebut juga terlihat dari belum adanya penyesuaian harga kendaraan Daihatsu sejak awal tahun hingga saat ini, termasuk untuk model hybrid seperti Daihatsu Rocky Hybrid.“Tidak ada kenaikan harga Daihatsu,” kata Agung.Selain menahan harga, Daihatsu juga mulai memperkuat strategi pembiayaan agar konsumen tetap memiliki akses kepemilikan kendaraan di tengah tekanan ekonomi.Salah satunya melalui opsi tenor kredit yang lebih fleksibel, termasuk tenor hingga delapan tahun yang kini mulai tersedia di beberapa lembaga pembiayaan.Meski demikian, Agung menegaskan tenor panjang bukan berarti konsumen mengalami penurunan kemampuan finansial. Menurut dia, banyak konsumen yang hanya ingin menjaga pengeluaran bulanan tetap ringan.“Sekarang lebih fleksibel. Ada customer yang DP besar supaya tenornya pendek, ada juga yang DP kecil sehingga tenor lebih panjang,” ujarnya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Daihatsu juga mengandalkan dukungan ekosistem pembiayaan Astra seperti ACC dan Daihatsu Astra Finance yang disebut berkontribusi sekitar 55 sampai 60 persen terhadap pembiayaan kendaraan konsumen.Di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan rupiah, strategi tersebut menjadi cara Daihatsu menjaga daya beli pasar tanpa harus langsung menaikkan harga kendaraan.