PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat pertumbuhan ekspor kendaraan sebesar 33 persen pada tahun ini. Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki daya saing kuat di pasar global, meski kondisi ekonomi dunia belum sepenuhnya stabil. Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan peningkatan ekspor terjadi seiring kembali pulihnya permintaan dari sejumlah negara tujuan utama. Berdasarkan data internal perusahaan, ekspor kendaraan Daihatsu hingga April 2026 mencapai sekitar 42.000 unit. “Sampai April 2026, ekspor kami mencapai 42.000 unit, naik 33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ujar Sri Agung di Tangerang, Rabu (20/5/2026). Menurut dia, peningkatan ekspor menunjukkan bahwa produk kendaraan buatan Indonesia masih dipercaya oleh pasar internasional. Sejumlah negara bahkan mulai kembali meningkatkan pemesanan setelah sempat melambat akibat tekanan ekonomi global dalam beberapa waktu terakhir. “Artinya Indonesia itu kualitasnya dipercaya,” kata Sri Agung. ADM menyebut Filipina, Jepang, dan Peru menjadi beberapa negara dengan permintaan terbesar terhadap kendaraan produksi Indonesia. Sementara model yang paling banyak berkontribusi dalam ekspor antara lain Daihatsu Rocky atau Toyota Raize, Agya, serta Town Ace. Daihatsu Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) Sri Agung menjelaskan, model Raize menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 40 persen dari total ekspor kendaraan Daihatsu. Sementara Agya dan Town Ace juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total pengiriman ke luar negeri. Selain Asia dan Amerika Latin, pasar Timur Tengah juga mulai kembali bergerak setelah sempat mengalami hambatan distribusi selama satu bulan. Daihatsu menyebut terdapat enam negara tujuan ekspor di kawasan tersebut, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. “Memang sempat setop satu bulan di April, tapi Mei sudah ekspor lagi,” ujarnya. Meski kontribusi pasar Timur Tengah hanya sekitar 6 persen dari total ekspor, pemulihan pengiriman dinilai menjadi sinyal positif terhadap permintaan global kendaraan produksi Indonesia. Saat ini, kendaraan produksi ADM telah dikirim ke puluhan negara di berbagai kawasan dunia. Perusahaan menyebut total negara tujuan ekspor kendaraan produksi Indonesia mencapai sekitar 64 negara. Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar, pertumbuhan ekspor dinilai menjadi salah satu penopang penting industri otomotif nasional. Kinerja tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan untuk pasar internasional. ADM juga membuka peluang ekspansi pasar baru ke depan, meski belum merinci negara tujuan tambahan yang sedang dipersiapkan. Perusahaan berharap tren ekspor positif dapat terus berlanjut sepanjang 2026 seiring membaiknya kondisi ekonomi di sejumlah negara mitra dagang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang