- Konflik Iran VS Israel dan Amerika Serikat per Maret 2026 telah memicu krisis energi global, yang berdampak signifikan pada ketersediaan dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai negara. Termasuk kondisi energi di Indonesia, terutama terkait pasokan dan harga BBM. Konflik di Timur Tengah, khususnya ancaman penutupan Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga BBM di dalam negeri. Pada 30 Maret 2026, harga minyak dunia sudah di atas 100 USD per barel. Bandingkan dengan harga sebelum perang atau di Februari 2026 yang berada di kisaran 65 USD per barel. Di beberapa negara seperti Philipina, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Australia alami antrian di sejumlah SPBU dan mereka melakukan langkah seperti menaikkan harga BBM. Apa strategi dan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi krisis energi? Apa yang harus dilakukan masyarakat terhadap kondisi di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda positif. Berikut laporannya. (Hend) Stok Nasional 28 Hari. Cukup? Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meminta masyarakat tetap tenang, karena pemerintah telah memastikan ketersediaan BBM dan pasokan listrik berada dalam kondisi aman.