Layanan transportasi umum di dua negara bagian Australia, yakni Victoria dan Tasmania, bakal digratiskan untuk warga. Kebijakan tersebut dibuat untuk merespons krisis BBM yang melanda Negeri Kanguru.Disitat dari ABC dan 9News, Senin (30/3), transportasi publik di Victoria akan digratiskan selama sebulan ke depan. Sementara di Tasmania, aturan terkait berlaku hingga Juli 2026. Kendaraan umum tersebut mencakup bus, trem, dan kereta api. "Kebijakan ini akan mengurangi beban pada SPBU dan membuat masyarakat jauh lebih berhemat," ujar Perdana Menteri (PM) Victoria, Jacinta Allan."Ini memang tak menyelesaikan semua masalah, namun ini menjadi langkah jangka pendek untuk membantu warga Victoria, sementara kami terus berupaya mencari solusi baru untuk membuat (harga BBM) bisa lebih terjangkau," tambahnya.Transportasi publik di Australia. Foto: Doc. SBSDengan kebijakan baru itu, penumpang transportasi umum di Victoria tak perlu melakukan tap-in dan tap-out di stasiun maupun halte. Mereka hanya tinggal masuk kendaraan dan keluar sesuai lokasi tujuan. Nah, jika penumpang tiba-tiba lupa atau tak sengaja tap-in kartu, maka saldonya tak akan terpotong.Di Tasmania, kebijakan terkait dibuat lebih luas lagi. Bukan hanya sebulan, mereka menggratiskan transportasi publik hingga tiga bulan ke depan. Bahkan, tak hanya darat, kendaraan umum laut seperti kapal feri juga digratiskan sementara."Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga, dan itulah mengapa kami sekali lagi mengambil tindakan tegas dan menentukan untuk melindungi seluruh warga Tasmania," kata Perdana Menteri Tasmania, Jeremy Rockliff.Sejumlah pihak meminta kebijakan terkait berlaku di seluruh Australia. Namun, sejauh ini, permintaan itu dianggap berat. Sebab, ada sejumlah area yang tak mengalami krisis BBM.Sebagai catatan, harga bensin tanpa timbal di Australia mendekati AU$2,60 (Rp 30 ribuan) per liter di beberapa daerah, sementara harga rata-rata solar sekarang jauh di atas AU$3 (Rp 35 ribuan) per liter.