Booth DFSK Pelaku usaha kini memiliki opsi yang lebih mudah untuk beralih ke kendaraan listrik komersial. DFSK menghadirkan skema pembiayaan baru melalui kerja sama strategis dengan lembaga pembiayaan nasional yang memungkinkan konsumen mengakses model-model DFSK dan Seres dengan syarat lebih fleksibel, termasuk program syariah. Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya minat pelaku usaha terhadap kendaraan listrik sebagai solusi operasional yang lebih efisien.Pabrikan otomotif asal Tiongkok itu melihat bahwa salah satu hambatan terbesar dalam transisi ke kendaraan listrik bukan pada teknologi, melainkan kemampuan konsumen mengakses pendanaan untuk pengadaan armada. “Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen kami mendukung elektrifikasi dan pertumbuhan dunia usaha di Indonesia,” ujar Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin di ICE BSD, Tangerang Selatan.Ia menegaskan bahwa pembiayaan yang mudah diakses menjadi kunci agar kendaraan listrik komersial benar-benar dapat digunakan secara luas. Program pembiayaan yang ditawarkan mencakup proses persetujuan lebih cepat, tenor beragam, skema syariah, dan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan maupun UMKM. Dengan jaringan layanan pembiayaan yang sudah tersebar hingga ke berbagai daerah, konsumen di luar kota besar juga diharapkan dapat mengakses fasilitas ini tanpa hambatan. Meningkatnya permintaan armada efisien turut mendorong perhatian pada DFSK Gelora E, sebagai salah satu kendaraan listrik komersial paling populer di segmennya.Model ini menawarkan biaya operasional rendah tanpa emisi dan kini dipasarkan mulai Rp248 juta berstatus on the road Jabodetabek. Selain itu, DFSK juga menawarkan Super Cab untuk kebutuhan logistik konvensional dan SERES E1 sebagai opsi kendaraan listrik kompak untuk mobilitas perkotaan.Dengan tingkat kandungan lokal mencapai 44 persen, DFSK menegaskan komitmennya mendukung industri dalam negeri melalui fasilitas produksi modern berbasis robot di Indonesia. Strategi ini menjadikan perusahaan dapat menawarkan kendaraan dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.Yang menarik, skema pembiayaan ini bukan hanya menyasar konsumen individu, melainkan operator usaha, startup logistik, hingga perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi.DFSK optimistis bahwa dukungan finansial yang tepat dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di sektor komersial—segmen yang diyakini memberi kontribusi besar terhadap pengurangan emisi dan efisiensi ekonomi nasional.Dengan peluncuran skema ini, DFSK menempatkan kendaraan listrik komersial bukan lagi sebagai investasi besar yang sulit dijangkau, tetapi sebagai aset usaha yang dapat dimiliki melalui pembiayaan yang terstruktur, mudah, dan terjangkau